IHSG Anjlok, Sinyal Investor Domestik Masuk
Saat ini masih baik, dibanding kondisi lebih parah yang pernah terjadi pada Agustus 2011.
Pasar saham saat ini masih baik jika dibandingkan kondisi lebih parah yang pernah terjadi pada Agustus tahun lalu. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
VIVAnews - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan dengan kondisi indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terkoreksi dalam beberapa waktu terakhir ini bisa dijadikan momentum bagi para investor domestik untuk masuk ke pasar modal.
Menurut Direktur Utama BEI, Ito Warsito, penurunan tersebut dipicu adanya fenomena keluarnya investor asing (nett sell) dari pasar modal Indonesia. Selain itu, adanya volatilitas pasar valas Indonesia turut memberikan sentmen negatif.
"Tapi kondisi seperti ini biasanya hanya dalam jangka waktu pendek saja. Sebab, Bank Indonesia dan pemerintah juga tengah membahas mengenai masalah itu (volatilitas pasar valas)," kata Ito, ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat 1 Juni 2012.
Ito menambahkan, kondisi pasar sebetulnya secara fundamental tidak ada masalah. Sebab, saat ini masih baik jika dibandingkan kondisi lebih parah yang pernah terjadi pada Agustus tahun lalu, ketika pihak asing menarik uangnya dari pasar modal sebesar Rp8,5 triliun.
"Saat ini belum separah periode Agustus tahun lalu, karena asing hanya menarik dananya sebesar Rp7 triliun. Jadi, fenomena asing keluar itu short term, nanti pasti akan membaik lagi," ungkapnya.
Sementara itu, Ito mengungkapkan bahwa dalam hal aktivitas di pasar modal, investor domestik mengalami penurunan menjadi 58 persen dibandingkan dengan aktivitas selama 2011 yang mencapai 65 persen dari keseluruhan aktivitas di pasar modal.
Menurutnya, hal itu diakibatkan karakter investor domestik masih sebatas pengikut (follower) dari para pelaku pasar modal asing. "Jadi, para investor domestik harus berani melawan arus. Saat asing jual, itu saatnya pemodal domestik masuk," ujar Ito.
Di sisi lain, Ito menjelaskan, tidak ada kaitannya kondisi pasar saat ini dengan jumlah perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI. Sebab, banyak perusahaan yang mengajukan berkas untuk penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) dengan menggunakan buku Desember 2011 dan Juni 2012.
Ito optimistis bahwa jumlah perusahaan yang akan IPO tahun ini bisa tetap mencapai 25 perusahaan, di mana sebagian besar akan terealisasi pada semester II nanti.
"Sebagian besar sudah memprosesnya di Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan). Jadi, semester II nanti akan ramai yang IPO," tegasnya.
- Info Momentum
- Misteri Persamaan Kasus Pembunuhan Mary Ashford dan Barbara Forrest
- Corpse Candle, Menguak Misteri Lilin Kematian
- Misteri Dimensi Pararel di Segitiga Bennington
- Kebetulan yang Menakjubkan dalam Kematian
- 5 Pasangan Ayah dan Anak Menjadi Presiden
- Join [Game] Team A vs Team B
- FOTO Kegiatan Harian Pesumo di Jepang



