BISNIS

Elpiji Melon Langka, Ini Penyebabnya

Kuota elpiji untuk Kabupaten Cianjur sebesar 1,1 juta tabung berkurang jadi 900 ribu.

ddd
Minggu, 3 Juni 2012, 17:32 Hadi Suprapto, Permadi (Sukabumi)
Kuota elpiji untuk Kabupaten Cianjur sebesar 1,1 juta tabung berkurang jadi 900 ribu.
Kuota elpiji untuk Kabupaten Cianjur sebesar 1,1 juta tabung berkurang jadi 900 ribu. (VivaNews/ Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Kelangkaan elpiji 3 kilogram terjadi di sejumlah daerah, salah satunya Kabupaten Cianjur. Wilayah di Jawa Barat ini sudah mengalami kesulitan pasokan gas yang dipaket dalam tabung hijau muda yang mirip warna buah melon itu sejak beberapa pekan lalu.

Ketua Bidang Distribusi dan Pengawasan Elpiji Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Cianjur Susilo Budi mengatakan, kelangkaan terjadi karena pengurangan kuota yang dilakukan Pertamina sejak April. "Pengurangannya sangat terasa," kata dia kepada VIVAnews, Minggu 3 Juni 2012.

Dia mengatakan, kuota elpiji untuk Kabupaten Cianjur adalah 1,1 juta tabung ukuran 3 kg per bulan. Sejak April, jumlah ini turun hanya menjadi 900 ribu tabung. “Jumlah suplai yang menurun terlalu besar hingga lebih dari 10 persen ini berdampak langsung pada masyarakat. Akibatnya elpiji subsidi menjadi langka dan harga melambung tak terkendali,” katanya.
 
Hiswana Migas sudah mendapatkan keluhan dari masyarakat, termasuk dari pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Cianjur. Hiswana ikut langsung melakukan pemeriksaan di lapangan bersama Komisi II DPRD Cianjur. “Ini dilakukan menyiapkan langkah antisipasi dan pencegahan adanya penimbunan yang memperkeruh suasana,” ujarnya.

Hiswana telah mengkomunikasikan dengan Pertamina Jawa Barat mengenai kelangkaan ini. “Kami dijanjikan dalam beberapa hari ini akan mendapatkan tambahan secara berkala,” katanya.

Rencananya, Cianjur akan mendapatkan tambahan 62 Delivery Order (DO) elpiji bersubsidi. Satu DO setara dengan 560 tabung elpiji ukuran 3 kg, sehingga total tambahan 62 DO setara 34.720 tabung.

Sayangnya, saat ditanya kapan pasokan ini akan normal, Budi tak komentar. Dia hanya mengatakan semua tergantung suplai dari Pertamina.

Dari data Hiswana Migas Kabupaten Cianjur, jumalah pengguna elpiji bersubsidi setiap tahun bertambah. Pada 2010 hingga 2012 ini tren kenikan pengguna elpiji 10-15 persen. Ini menyusul kelarnya program konversi minyak tanah ke elpiji.

Ketua Komisi II DPRD kabupaten Cianjur Susilawati mengkhawatirkan kelangkaan LPG bersubsidi ini. Ia mencemaskan adanya pihak lain memanfaatkan kondisi sekarang dengan menimbun sehingga masyarakat semakin tertekan.(np)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
carex.whothan
03/06/2012
smuanya permainan para pengusaha dan pemerintah..krna negara ini udah dpnuhi pejabat2 yg korup..dan dmpaknya masyarakat yg di sengsarakan..dasar pejabat penjilat..
Balas   • Laporkan
iskakj12
03/06/2012
...dulu kita digiring pakai elpiji......setelah semua pakai elpiji, barangnya langka...ujung2nya harga elpiji naik....huuh, KELAKUAN !!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru