Pemerintah Bentuk Protokol Krisis
Pemerintah, BI, dan LPS bekerja sama dalam pertukaran data terkait stabilisasi keuangan.
Kementerian Keuangan (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - Pemerintah bersama Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merapatkan barisan guna memperkuat sistem keuangan dalam menghadapi krisis ekonomi global. Ketiganya melebur menjadi Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK).
Pembentukan FKSSK ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan yang nantinya beranggotakan OJK. FKSSK diketuai Menteri Keuangan Agus Martowardojo, anggotanya Gubernur BI, dan ketua Dewan Komisioner LPS.
Dalam pertemuan pertama yang dilakukan hari ini, Kamis 7 Mei 2012, ketiga pihak sepakat menandatangani nota kesepahaman mengenai mekanisme dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.
"Mekanisme dan koordinasi tadi itu ada semacam protokol yang kemudian menempatkan sekretariat di situ, yang beranggotakan dari eselon I dan II ketiga lembaga ini," ujar Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar di Jakarta.
Mahendra mengatakan, ketiga pihak sepakat bekerja sama dalam hal pertukaran data dan informasi terkait stabilisasi keuangan masing-masing lembaga.
Pelaksana tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Bambang PS Brodjonegoro, menambahkan, dalam FKSSK sekarang memiliki crisis management protocol (CMP) yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu karena pemicu krisis saat ini bisa dari segala arah. Oleh karena itu, CMP memasukkan hal lain seperti pasar modal, fiskal, dan obligasi.
"Sehingga ketika terjadi krisis, kami ingin punya protokol yang bisa melihat secara lebih komprehensif dan tidak parsial. Konteks ini benar-benar menuju stabilitas sistem keuangan," ungkapnya.
Bambang mengatakan, indikator krisis dalam CMP yang dimiliki Indonesia saat ini masih berwarna hijau, atau aman dari krisis. Namun, hal ini tak membuat pemerintah lengah dan tidak menyiapkan langkah antisipasi.
"Jadi, kalau masih jauh dari krisis, kami bikin crisis prevention. Kami juga melakukan pertemuan rutin di tingkat sekretariat," tambahnya.
Pemerintah terus melakukan antisipasi untuk mengatasi krisis, seperti menjaga ketahanan fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menjaga suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) dan nilai tukar rupiah. (art)
-
Ahok: DPRD Mau Makzulkan Jokowi? Belagu Banget
-
Jokowi Rombak Besar-besaran Pejabat Eselon II DKI
-
Tanggapan Kepala Sekolah Darin Soal Dugaan Nikah Siri
-
Mahasiswi Cantik yang Bikin Edinson Cavani Cerai
-
DKI Tawarkan Investor Bangun Pedestrian Layang di Sudirman
-
Jokowi: DPRD Mau Impeachment Saya, Silakan
- Info Momentum
- Misteri Pembunuhan Presiden Kennedy Dengan Proyek UFO Rahasia
- Kawah Patomski, Kawah Misterius Bentukan Alien di Tengah Hutan Rusia
- "The Count" Penipu Ulung Paling Lihai di Dunia
- Hasta Brata, Misteri Ilmu Kepemimpinan Jawa
- Beredar Foto Seksi Mirip Sefty Sanustika Istri Fathanah
- Misteri Suara Denting Lonceng Di Komplek Pemakaman Menteng Pulo
- FOTO: Cantiknya Rosnita Putri Wanita Teman Dekat Arya Wiguna



