BISNIS

Lion Air Rambah Bisnis Sewa Jet Pribadi

Bisnis sewa pesawat jet ini akan bernama Lion Biz Jet.

ddd
Jum'at, 8 Juni 2012, 18:47 Syahid Latif, Iwan Kurniawan
Lion Air
Lion Air (VIVAnews/Adri Irianto)

VIVAnews - Menginjak usia 12 tahun, Lion Air Group meluncurkan entitas bisnis baru bernama Lion Biz Jet, yang fokus pada penyewaan pesawat jet pribadi. Lion Group telah menyediakan 4 pesawat Hawker 900XP berkapasitas 8 penumpang.

Rencananya, bisnis penyewaan pesawat pribadi itu akan mulai beroperasi pekan depan.

"Air Operator Certificate untuk Lion Biz Jet sudah keluar bulan lalu," kata Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Jumat 8 Juni 2012.

Edward menjelaskan, persiapan untuk meluncurkan penyewaan pesawat pribadi telah dilakukan sejak tahun lalu. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus menguat menuntut Lion Air Group terjun ke bisnis sewa pesawat tidak berjadwal ini.

Lion Biz Jet akan menggandeng perusahaan lain sebagai penyewa tetap pesawatnya. Namun, dirinya enggan mengatakan perusahaan mana yang telah menjalin kerja sama itu.

Selain penyewaan pesawat pribadi, Lion Air Group juga tengah mempersiapkan maskapai full service Batik Air. Maskapai ini ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2013.

Rute penerbangan yang bakal dilayani Batik Air nantinya lebih banyak memenuhi kebutuhan domestik. Komposisi rute regional Batik Air sebanyak 60 persen, sedangkan penerbangan domestik sebesar 40 persen.

Dengan pelayanan full service, setiap penumpang Batik Air akan mendapatkan makanan gratis selama penerbangan dan fasilitas lainnya seperti internet selama penerbangan.

"Selama aturannya diperbolehkan, maka bisa internetan di atas pesawat," katanya.

Selama ini, Lion Air Group telah mempunyai strategi khusus untuk mengalahkan Garuda Indonesia dan Pacific Royale, dua maskapai Indonesia yang telah mengaplikasikan layanan full service.

Batik Air akan mengincar pertumbuhan masyarakat kelas menengah dan shifting pola penumpang pesawat dari Low Cost Carrier (LCC) ke layanan full service yang diprediksi 15 persen pada tahun ini.

"Saya pikir kepala sama hitam, isi berbeda. Pasar bertumbuh ke tingkat kesejahteraan, sehingga ada pertumbuhan 15 persen shifting dari LCC ke full service," kata Edward. "Batik Air harganya tetap akan terjangkau masyarakat dan dengan menggunakan pesawat baru dari pabrikan." (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru