BISNIS

Hatta: RI Masih Jadi Sasaran Singgah Investor

"Kami sudah teruji, selama beberapa tahun tetap berada pada pertumbuhan yang tinggi."

ddd
Sabtu, 9 Juni 2012, 16:19 Antique, Suryanta Bakti Susila
Hatta: RI Siap Hadapi Pasar Bebas ASEAN
Hatta: RI Siap Hadapi Pasar Bebas ASEAN (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Pemerintah telah menyiapkan diri menghadapi ASEAN Economic Community 2015. Sebagai negara dengan potensi pasar terbesar di kawasan, Indonesia bakal disinggahi banyak investor.

"Bagaimana pun investor akan singgah pada negara yang memiliki potensi pasar besar," kata Menteri Perekonomian Hatta Rajasa di Hotel Gran Melia, Jakarta, Sabtu 9 Juni 2012.

Bukan hanya besarnya potensi pasar, menurut Hatta, dari jumlah penduduk ternyata Indonesia memiliki keunggulan. "Kami sudah teruji, selama beberapa tahun tetap berada pada pertumbuhan yang tinggi," ujarnya.

Pertumbuhan itu, menurut Hatta, menumbuhkan kelas menengah baru dan meningkatkan daya beli masyarakat. Hatta mengacu data statistik kuartal I-2012, pertumbuhan investasi meningkat 32 persen. Capaian itu belum pernah terjadi sebelumnya.

"Dan pertumbuhan ke arah timur. Kalau kami lihat, dari 32 persen pertumbuhan itu, 48 persen ada di Jawa dan 52 persen lagi di luar Jawa. Dengan kata lain, akan terjadi pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Pulau Jawa," kata Hatta.

Pada kuartal kedua, Hatta memprediksi, investasi tetap kuat, meskipun terjadi penurunan dalam ekspor. Sebab, pemerintah akan berusaha menjaga keseimbangan neraca perdagangan.

"Investasi cukup kuat, walaupun ekspor menurun. Kami harus menjaga balance of payment atau neraca perdagangan di portofolio dan keuangan harus kami jaga," ujarnya.

Selain itu, Hatta optimistis, indeks harga saham gabungan bakal meningkat, karena banyak saham yang diminati dan cukup kuat. Untuk itu, ia minta agar diperbanyak perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

"Karena itu, BUMN akan semakin kami dorong ke pasar modal agar struktur pasar modal tidak terlalu gampang dimainkan orang," ujarnya.

Indeks bisa tembus ke level berapa? "Melihat situasi global saat ini, tentu yang penting tidak turun ke angka 4.000 lagi, level yang menjadi acuan kami. Sempat ke 3.600-an, tapi sudah naik lagi," tuturnya. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
parrasumut
14/06/2012
bener bang, RI masih aman dan banyak investor tertarik dengan pasar di Indonesia, semoga banyak investor yg ikut mensejahterakan rakyat indonesia dengan regulasi yg pro rakyat
Balas   • Laporkan
agoesmoeljadi
10/06/2012
Gimana investor mau masuk wong costnya tinggi, proses ijin lama, infrastruktur macam jln tol, pelabuhan, kondisi jalan sangat memprihatinkan. Jangan asal ngomong
Balas   • Laporkan
parrasumut | 14/06/2012 | Laporkan
ini lagi sok tau aja, buktinya banyak investor yg masuk dengan nyaman kok
buruh2267
09/06/2012
Ah Gombal itu..... Tahun ini tak ada investor yang mau masuk ke Indonesia..... Mayoritas Investor mengatakan rejim saat ini tidak capable dan sangat-sangat korup....!!
Balas   • Laporkan
parrasumut | 14/06/2012 | Laporkan
sok paham sola ekonomi aja nih orang
087873964130 | 09/06/2012 | Laporkan
sok tau iki yg ngomong ... sok pengusaha ....


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru