BISNIS

Bailout Spanyol Beri Kabar Baik Bursa Dunia

Menteri Keuangan Eropa sepakat memberikan pinjaman 100 miliar euro untuk Spanyol

ddd
Senin, 11 Juni 2012, 06:55 Syahid Latif
Wall Street, New York, AS
Wall Street, New York, AS (VIVAnews/Anton PM/ New York)

VIVAnews - Pasar saham Amerika Serikat sepanjang pekan ini diprediksi bakal menguat setelah para menteri keuangan Eropa sepakat menyuntikan dana pinjaman kepada Spanyol hingga 100 miliar euro (US$125 miliar).

"Ini merupakan langkah besar untuk mencegah penyebaran (dampak krisis)," kata Tim Speiss, analis dari perusahaan penasihat keuanganan personal EisnerAmpers di New York, AS, seperti dikutip laman Reuters.com, Senin, 11 Juni 2012.

Suntikan modal yang diberikan kepada Spanyol termasuk mengejutkan. Hal itu diyakini bisa menyingkirkan awan hitam yang selama ini menaungi pasar keuangan Eropa.

Kendati persetujuan pemberiaan pinjaman tersebut baru diputuskan beberapa pekan pekan mendatang, persetujuan tersebut menandakan bahwa Spanyol telah memberikan sentimen positif di tengah Pemilu Yunani yang berlangsung 17 Juni.

"Jumlah pinjaman ini sangat besar, lebih dari diperkirakan. Meski kami harus mendengar detil dari pinjamann itu, setidaknya untuk pasar keuangan di AS dan seluruh dunia, hal itu telah meredam ketakutan investor pada jangka pendek," kata Speiss.

Pasar saham AS diprediksi bakal menghadapi kinerja terbaiknya sepanjang 2012. Hal itu seiring harapan bahwa akan ada aksi nyata yang dilakukan terhadap krisis perbankan Spanyol.

Bagi Wall Street, apapun upaya yang dilakukan untuk menghilangkan kekhawatiran krisis Eropa, merupakan sentimen positif. Sepanjang Mei 2012, indeks S&P500 tercatat melemah 6,3 persen, atau terbesar sejak September 2011.

Indeks S&P diprediksi bakal menguat pada pekan ini, atau melanjutkan kinerja terbaiknya sepanjang 2012. Penguatan ini tak terlepas dari kinerja pasar komoditas yang diprediksi naik lebih dari 1 persen pada hari ini.

Dari bursa Asia, indeks MSCI Asia Pasifik diluar Jepang pekan lalu mencatat kenaikan 0,6 persen. Sebelumnya bursa saham Asia mencatat penurunan empat pekan berturut-turut.

Kendati Eropa memberikan kabar positif bagai pasar saham, para pelaku pasar tampaknya masih harus mendengar sentimen negatif dari belahan bumi lain.

Data-data perkembangan inflasi China pada Mei 2012 mencatat pelemahan terendah ke level terendah sejak dua tahun terakhir. Hal itu diperparah dengan aktivitas perekonomian yang terus melemah.

Kondisi tersebut memunculkan ekspekatasi dari pelaku pasar bahwa pemerintah China bakal mengeluarkan kebijakan untuk mendorong perekonomian negaranya.

Beruntung data-data yang kurang menyenangkan tersebut dapat diantipasi dengan munculnya kebijakan pemotongan suku bunga. Tindakan bank sentral China ini cukup mengejutkan karena hal itu merupakan yang pertama kali dilakukan sejak krisis dunia berlangsung pada 2008/2009 lalu. 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru