Akbar: Om Liem Ubah Pola Makan Rakyat
Indofood, sejak krisis 1998, terus tumbuh dan berkembang sebagai raja industri makanan.
Indomie, salah satu produk Indofood (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
VIVAnews - Tokoh politik Akbar Tandjung merasa kehilangan atas meninggalnya salah satu pengusaha terbesar di Indonesia, Liem Sioe Liong atau Sudono Salim. Akbar mengenal Om Liem, panggilan Liem Sioe Liong, sebagai pengusaha yang memberikan banyak kontribusi pada pembangunan Indonesia.
"Kita kehilangan seorang pengusaha besar yang turut membangun perekonomian nasional. Mulai dari industri semen, beliau yang merintis. Industri makanan, yang membuat pola makan kita berubah," kata Akbar saat dihubungi VIVAnews, Senin 11 Juni 2012.
Pola makan bangsa Indonesia berubah "gara-gara" Om Liem. Mie instan dengan merk dagang Indomie hampir terlihat di segala pelosok tanah air. Bahkan, sudah seperti makanan pokok kedua sebagian warga.
Pernyataan sangat Akbar beralasan, karena Liem yang lahir Tiongkok, 10 September 1915 itu merupakan pendiri Grup Salim, holding perusahaan yang memproduksi mie instan Indomie.
Kepemilikan Grup Salim meliputi sejumlah perusahaan besar seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Indomobil Sukses International Tbk, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Indosiar Karya Media Tbk, hingga PT Bank Central Asia Tbk.
Salah satu perusahaannya, Indofood, sejak krisis 1998 terus tumbuh dan berkembang sebagai raja industri makanan di Indonesia. Bisnis Indofood terintegrasi dan bergerak dari hulu hingga hilir.
Perusahaan ini bergerak di sektor agribisnis, industri tepung terigu, produk makanan hingga menguasai jalur distribusi. Kapasitas produksi belasan miliar bungkus per tahun menempatkan Indofood sebagai produsen mi instan terbesar di dunia.
Khusus untuk mie instan, penambahan kapasitas pabrik digeber di Jakarta, Palembang, dan Semarang. Kapasitas mie instan didongkrak 13 persen dari sekarang 15,7 miliar bungkus per tahun. Sebanyak 11 miliar bungkus adalah produk Indomie. Dari jumlah itu, sebanyak 880 juta bungkus diekspor.
Tapi Akbar melihat Om Liem juga dari sisi lain. Sebagai pengusaha, kata Akbar, Om Liem mampu melihat dan mengoptimalkan peluang yang ada. "Hubungannya dengan banyak tokoh di pemerintah orde baru memang membuatnya menjadi pengusaha yang besar," kata Akbar. "Beliau juga sering menolong pengusaha kita yang kesulitan."(np)
-
Mengemis, Biksu Palsu Beli Moge Ninja sampai Mobil Mewah
-
Beredar Dokumen Transaksi Fathanah ke 45 Wanita
-
DM Tidak Pernah Masuk Sekolah Lagi
-
Luthfi Hasan Panggil Darin Mumtazah 'Mamah'
-
Polwan Cantik Jadi DPO, Sang Ayah yang Kapolsek Tak Ada di Kantor
-
PPATK: Pelaku Pencucian Uang Sering Gunakan Orang Sekitar
Sama seperti anda juga mencontek informasi atau tulisan orang dan membagikannya disini.. Selain sebagai PENEMU, bisnis apapun itu punya dasar mencontek, namun yg membedakannya adlh yg berhasil akan bertahan dan menjadi besar..
- Info Momentum
- Efek Music Mozart Terhadap Kesehatan dan Kecerdasan
- Memori Otak Bisa Disimpan dalam Hardisk
- Misteri Kasus Frederick Valentich Diculik UFO
- Misteri Dibalik Uang Pecahan 20 Dollar Amerika
- Beredar Foto Seksi Mirip Sefty Sanustika Istri Fathanah
- Kisah Misteri Penyebab Kecelakaan di Gunung Lipan Kalimantan
- FOTO dan VIDEO : Darin Mumtazah Pelajar Cantik Simpanan Lutfi Hasan



