BISNIS

Akbar: Om Liem Ubah Pola Makan Rakyat

Indofood, sejak krisis 1998, terus tumbuh dan berkembang sebagai raja industri makanan.

ddd
Senin, 11 Juni 2012, 08:01 Ismoko Widjaya
Indomie, salah satu produk Indofood
Indomie, salah satu produk Indofood (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Tokoh politik Akbar Tandjung merasa kehilangan atas meninggalnya salah satu pengusaha terbesar di Indonesia, Liem Sioe Liong atau Sudono Salim. Akbar mengenal Om Liem, panggilan Liem Sioe Liong, sebagai pengusaha yang memberikan banyak kontribusi pada pembangunan Indonesia.

"Kita kehilangan seorang pengusaha besar yang turut membangun perekonomian nasional. Mulai dari industri semen, beliau yang merintis. Industri makanan, yang membuat pola makan kita berubah," kata Akbar saat dihubungi VIVAnews, Senin 11 Juni 2012.

Pola makan bangsa Indonesia berubah "gara-gara" Om Liem. Mie instan dengan merk dagang Indomie hampir terlihat di segala pelosok tanah air. Bahkan, sudah seperti makanan pokok kedua sebagian warga.

Pernyataan sangat Akbar beralasan, karena Liem yang lahir Tiongkok, 10 September 1915 itu merupakan pendiri Grup Salim, holding perusahaan yang memproduksi mie instan Indomie.

Kepemilikan Grup Salim meliputi sejumlah perusahaan besar seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Indomobil Sukses International Tbk, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Indosiar Karya Media Tbk, hingga PT Bank Central Asia Tbk.

Salah satu perusahaannya, Indofood, sejak krisis 1998 terus tumbuh dan berkembang sebagai raja industri makanan di Indonesia. Bisnis Indofood terintegrasi dan bergerak dari hulu hingga hilir.

Perusahaan ini bergerak di sektor agribisnis, industri tepung terigu, produk makanan hingga menguasai jalur distribusi. Kapasitas produksi belasan miliar bungkus per tahun menempatkan Indofood sebagai produsen mi instan terbesar di dunia.

Khusus untuk mie instan, penambahan kapasitas pabrik digeber di Jakarta, Palembang, dan Semarang. Kapasitas mie instan didongkrak 13 persen dari sekarang 15,7 miliar bungkus per tahun. Sebanyak 11 miliar bungkus adalah produk Indomie. Dari jumlah itu, sebanyak 880 juta bungkus diekspor.

Tapi Akbar melihat Om Liem juga dari sisi lain. Sebagai pengusaha, kata Akbar, Om Liem mampu melihat dan mengoptimalkan peluang yang ada. "Hubungannya dengan banyak tokoh di pemerintah orde baru memang membuatnya menjadi pengusaha yang besar," kata Akbar. "Beliau juga sering menolong pengusaha kita yang kesulitan."(np)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
holland662
12/06/2012
preeett! kata siapa Si Liem berjasa pada Indonesia ! dia hanya berjasa pd karyawannya yg mau dibayar murah, bukan pada rakyat Indonesia, coba tanya, siapa yg bayar hutangnya ketika dia bangkrut tahun 1998, NEGARA tau ! profitnya dia bawa kabur ke Singapur
Balas   • Laporkan
iron maiden
12/06/2012
bagaimanapun om liem itu ada juga jasanya,beda dgn koruptor apbn dan teroris2 beragama yg tukang manyakiti sesama itu
Balas   • Laporkan
predy
11/06/2012
biasa aj ah...ngga ada peranannya buat rakyat indonesia, ngga ush dibesar2kan.
Balas   • Laporkan
holland66
11/06/2012
SELAMAT JALAN OOM LIEM! GBU.
Balas   • Laporkan
mahadewa
11/06/2012
Indomie juga dikait2 dengan agama, kasihan sekali produk yng dibuat om liem ini...
Balas   • Laporkan
antisrael
11/06/2012
Yang mengubah Bukan om Liem, tapi Momofuku Ando pada 1958 (Jepang), yang kemudian mendirikan perusahaan Nissin. LIem cuma contek saja semata2 bisnis. Karena saat itu industri mie instant memeng sedang digandrungi.
Balas   • Laporkan
redblackgold | 11/06/2012 | Laporkan
Sama seperti anda juga mencontek informasi atau tulisan orang dan membagikannya disini.. Selain sebagai PENEMU, bisnis apapun itu punya dasar mencontek, namun yg membedakannya adlh yg berhasil akan bertahan dan menjadi besar..
mxol
11/06/2012
Beliau memang tokoh sukses. Tapi biasa saja, sama seperti pebisnis lain mencari keuntungan sebesar-besarnya.
Balas   • Laporkan
kroni Suharto
Balas   • Laporkan
deeej
11/06/2012
indomie udah mendarah daging sama rakyat indonesia wakaka
Balas   • Laporkan
andreas_nk
11/06/2012
We love U Om Liem, when We eat Indomie. God Bless U in Heaven.
Balas   • Laporkan
setrocampoo | 11/06/2012 | Laporkan
Heaven or hell...who knows


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru