BISNIS

BEI Minta Keterangan Bhakti Investama & Agis

KPK menggeledah kantor Bhakti Investama dan Agis pada Jumat, 8 Juni 2012.

ddd
Selasa, 12 Juni 2012, 13:09 Nur Farida Ahniar, Sukirno
Gedung MNC Tower, kantor Bhakti Investama dan Agis
Gedung MNC Tower, kantor Bhakti Investama dan Agis (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meminta keterangan dua emiten yaitu PT Bhakti Investama Tbk dan PT Agis Tbk jika memiliki hubungan dengan kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami akan meminta keterangan kepada perusahaan itu. Tapi, sekarang kami masih proses penyelidikan," kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito, di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa 12 Juni 2012.

Ito mengatakan, BEI menghormati proses hukum yang berlangsung di KPK. Institusi itu akan bekerja profesional dalam penyelidikan kasus tersebut.

Menurut dia, jika kedua emiten itu sudah memberikan keterbukaan informasi, langkah itu dianggap cukup. "Saya yakin dua perusahaan itu akan memberikan informasi kepada publik dengan lebih transparan, karena mereka perusahaan terbuka," ujarnya.

Seperti diketahui, KPK menggeledah PT Bhakti Investama Tbk pada Jumat 8 Juni 2012. Hal ini terkait dugaan kasus suap-menyuap antara James Gunardjo dengan Kepala Seksi Pengawasan KPP Sidoarjo Selatan Tomy Hindratno terkait pengurusan pajak Bhakti Investama. Keduanya dibekuk dan menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap senilai Rp340 juta.

Meski demikian, Sekretaris Perusahaan Bhakti Investama Robert Satrya, mengaku tidak tahu-menahu adanya penggeledahan ini. "Saya tidak tahu, lagi rapat seharian. Saya tidak tahu," kata Robert, beberapa waktu lalu.

Bantahan senada disampaikan Sekretaris Perusahaan MNC, Arya Mahendra Sinulingga. "Saya belum dapat informasi itu. Saya tidak tahu ada penggeledahan," ujarnya.

Arya sebelumnya juga membantah James merupakan karyawan Bhakti Investama. "Tidak ada karyawan yang namanya James Gunardjo itu. Kami sesalkan pemberitaan yang menyebutkan nama tersebut karyawan Bhakti Investama tanpa klarifikasi," kata dia saat dihubungi VIVAnews, Kamis 7 Juni 2012.

Tak hanya Bhakti Investama, kantor Agis yang juga terletak di MNC Tower itu juga digeledah KPK. Presiden Direktur PT Agis Tbk Steven Kesuma mengaku kantornya juga ikut digeledah oleh KPK. KPK membawa beberapa dokumen yang dibutuhkan.

"Mereka datang menanyakan status James Gunardjo itu siapa di perusahaan," kata Steven, kepada VIVAnews, Senin 11 Juni 2012.

Menurut dia, KPK memang mengambil beberapa dokumen yang diperlukan tentang keterkaitan antara perseroan dengan JG. Namun, Steven menegaskan bahwa perseroan tidak mempunyai keterkaitan dengan JG. "Yang jelas, kami tidak merekrut dia sebagai karyawan," ujarnya. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
bambang.lukito.92
21/06/2012
Seharusnya persh yg go publik diwajibkan menggunakan konsultan pajak resmi yg independen dg kualifikasi tertentu, karena persh tsb mengelola dana masyarakat. Kalau perlu, konsultan tsb dibiayai oleh negara.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru