Berbalik Arah, Indeks Saham Dunia Naik
Kekhawatiran pertumbuhan global juga mendorong harga minyak mentah Brent turun.
Kekhawatiran pertumbuhan global juga mendorong harga minyak mentah Brent turun. (REUTERS/ Denis Sinyakov)
VIVAnews - Saham di pasar dunia naik pada Selasa 12 Juni 2012, setelah turun tajam di tengah kekhawatiran tentang efektivitas pemberian dana talangan bagi bank-bank di Spanyol dan rencana pemilihan umum Yunani.
Reuters melaporkan saham Wall Street naik lebih dari 1 persen, dipimpin oleh sektor siklis seperti bahan baku dan perusahaan pertambangan. Sementara itu nilai tukar euro menguat setelah tiga hari turun.
Sementara itu indeks saham Asia pada Rabu 13 Juni juga menguat. Indeks MSCI Asia-Pasifik selain Jepang naik 0,2 persen dan Indeks Nikkei Jepang juga dibuka rata-rata naik 0,2 persen.
Patokan imbal hasil obligasi Spanyol naik tajam, setelah keputusan memberikan dana bantuan hingga US$125 miliar untuk bank-bank di negara Matador itu disetujui. Bank-bank tersebut kini terus berjuang di tengah kekhawatiran tertutupnya pendanaan pemerintah, sehingga memaksa mereka mencari bantuan eksternal.
Kekhawatiran sempat meruap bahwa pemilu Yunani pada Minggu mendatang akan membawa pihak berkuasa menentang rencana bailout dan memaksa keluar dari zona euro. "Kami hanya disandera oleh aliran berita," kata Frank Lesh, analis futures dan broker di FuturePath Trading LLC di Chicago.
"Sekarang semua orang punya mentalitas perdagangan jangka pendek. Anda harus siap berubah pikiran pada saat itu juga."
Pada penutupan perdagangan di New York, Dow Jones Industrial Average naik 162,57 poin atau 1,31 persen, ke 12.573,80. Indeks S&P 500 naik 15,25 poin atau 1,17 persen, ke 1.324.18. Sedangkan indeks komposit Nasdaq bertambah 33,34 poin atau 1,19 persen, ke 2.843,07.
Sedangkan patokan indeks saham dunia, MSCI, naik 0,7 persen dan indeks saham blue-chip zona euro, Euro STOXX 50, ditutup naik 0,27 persen.
Kekhawatiran akan laju pertumbuhan global juga mendorong harga minyak mentah Brent turun 0,9 persen menjadi US$ 97,14 per barel. Minyak AS naik 0,8 persen menjadi US$83,36 per barel setelah sebelumnya menyentuh level terendah satu tahun pada US$81,07.
- Info Momentum
- Mengungkap Dua Pesan Crop Formation dari Alien di Inggris
- Kisah Wanita Bersandal Mawar Merah dari Mesir
- Rahasia Illuminati dalam Uang Rp.10ribu Indonesia
- Gilles de Rais, Legenda Pembunuh Berantai Awal Modern
- Misteri: Kasus Kematian Peragawati Dietje di Era 80an
- VIDEO: Kemunculan Cahaya Misterius Di Atas Kubah Masjidil Aqsa
- FOTO: Mariachi, Offroader Wanita Dengan Skill Super



