BISNIS

Seberapa Untung Bisnis Wisata Malaysia

Malaysia dengan slogan Truly Asia menawarkan berbagai macam budaya yang dimilikinya

ddd
Selasa, 19 Juni 2012, 15:11 Syahid Latif
Ritual Suku Asli Malaysia
Ritual Suku Asli Malaysia (REUTERS/ Samsul Said)

VIVAnews - Masyarakat di tanah air kembali dibuat gerah dengan perselisihan budaya antara Malaysia dan Indonesia. Kali ini Negeri Jiran itu akan mendaftarkan Tari Tor-tor dan Gordang Sambilan, dua budaya Mandailing, dalam warisan budaya mereka.

Perselisihan dua budaya dari Mandailing di Sumatera Utara ini menambah panjang daftar perebutan budaya diantara dua negara bertetangga. Dengan slogan sebagai negara Asia Sebenarnya atau Truly Asia, Malaysia selama ini memang menikmati kue cukup besar dari bisnis pariwisata.

Tak heran jika Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) memberikan gelar kepada Malaysia sebagai negara dengan pertumbuhan pariwisata terbaik di kawasan Asia Pasifik (baca beritanya, klik link ini).

Mengutip data dari laman tourism.gov.my, pertumbuhan bisnis pariwisata Malaysia mencatat kenaikkan fantastis selama 11 tahun terakhir. Tak hanya dari segi jumlah kunjungan pelancong asing, Negara Truly Asia ini juga pastinya memperoleh pendapatan yang nilainya mencapai miliaran ringgit Malaysia.

Dalam hal kunjung wisatawan, Malaysia mencatat jumlah pelancong pada tahun awal abad milenium atau tahun 2000, sudah mencapai 10,2 juta orang. Tak berpuas diri dengan jumlah itu, Malaysia terus menggenjot sektor pariwisata hingga bisa mendatangkan wisatawan sebanyak 24,7 juta orang. Dalam kurung waktu 11 tahun itu, kenaikkan turis ke Malaysia mencapai 142 persen.

Sepanjang 11 tahun perjalanan bisnis pariwisata Malaysia, Negeri Jiran ini memang sempat mengalami penurunan jumlah wisatawan pada tahun 2003. Jika tahun 2002, wisatawan yang berwisata di Malaysia mencapai 13,2 juta orang, maka tahun berikutnya berkurang menjadi 10,5 juta orang.

Namun setelah tahun 2003, wisatawan yang berkunjung ke Malaysia terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Ramainya kunjungan wisatawan ke Negara Truly Asia membuat kantong-kantong penerimaan negara tersebut makin tebal. Pada tahun 2.000, penerimaan negara dari kedatangan wisatawan mencapai RM17,3 miliar.

Setiap tahun, penerimaan negara dari para pelancong ini terus menunjukkan kenaikkan besar. Hingga data terakhir, penerimaan negara pada 2011 tercatat mencapai RM58,3 miliar atau setara Rp173 triliun.

 

Tahun

Kunjungan

Jumlah

Wisatawan

Pendapatan

(Ringgit Malaysia)

2011 24,7 Juta 58,3 Miliar
2010 24,6 Juta 56,5 Miliar
2009 23,6 Juta 53,4 Miliar
2008 22,0 Juta 49,6 Miliar
2007 20,9 Juta 46,1 Miliar
2006 17,4 Juta 36,3 Miliar
2005 16,4 Juta 32,0 Miliar
2004 15,7 Juta 29,7 Miliar
2003 10,5 Juta 21,3 Miliar
2002 13,2 Juta 25,8 Miliar
2001 12,7 Juta 24,2 Miliar
2000 10,2 Juta 17,3 Miliar

Malaysia dengan slogan Truly Asia dan promosi budaya-budaya yang dimilikinya harus diakui mampu menarik pelancong untuk mencicipi cita rasa Asia. Bagaimana dengan Indonesia yang pernah menggaungkan slogan Visit Indonesia Year?

Pakar marketing dunia yang ditunjuk menjadi Duta Pariwisata Bali, Philip Kotler, dalam wawancara dengan VIVAnews menilai, industri wisata Asia, termasuk Indonesia, tengah populer sebagai tunjuan wisata bagi warga Amerika.

"(Sekarang) saya mau bertanya, tiga kata apa yang bisa dikatakan orang untuk menggambarkan Indonesia?" tanya Kotler kala itu. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
kompaser
19/06/2012
bingung kan mau jawab apa yang ditanya philip kotler. 3 kata untuk menggambarkan indonesia. korupsi,terorisme dan kekerasan..
Balas   • Laporkan
antisrael
19/06/2012
Indonesia tiak pernah promosi, malah negara luar yang mempromosikan Indonesia, khususnya Bali. Pejabat Indonesia cuma bisa promosi jabatan dan korupsi
Balas   • Laporkan
leser
19/06/2012
Pantas banyak narkoba di situ, sebanding dengan jumlah turis.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru