Laba Bakrie & Brothers untuk Dana Cadangan
Perseroan mampu meraup pendapatan Rp16,2 triliun dan laba bersih mencapai Rp132 miliar.
Bakrie & Brothers mampu membukukan laba bersih Rp132 miliar. (VIVAnews/Adri Irianto)
VIVAnews - Rapat umum pemegang saham tahunan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) memutuskan penggunaan laba bersih tahun buku 2011 untuk dana cadangan. Upaya itu dimaksudkan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.
"Karena, kondisi global yang sedang bergejolak, sehingga nantinya diharapkan dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham," kata Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO) Bakrie & Brothers, Bobby Gafur Umar di Hotel Grand Melia, Jakarta, Rabu 20 Juni 2012.
Pada 2011, perseroan mampu meraup pendapatan sebesar Rp16,2 triliun dan membukukan laba bersih Rp132 miliar. Pencapaian ini merupakan kinerja positif pertama sejak tiga tahun terakhir.
"Ini profit pertama, setelah tiga tahun berturut-turut membukukan kerugian. Kerugian terbesar pada 2008," ujar dia.
Menurut dia, laporan keuangan Bakrie & Brothers pada 2011 jauh lebih "biru" dibanding tahun-tahun sebelumnya. Upaya keras jajaran perseroan untuk membenahi operasional perusahaan akhirnya membuahkan hasil, setelah pada 2010 membukukan rugi sebesar Rp6,99 triliun.
Perolehan laba bersih 2011 tersebut, Bobby melanjutkan, ditopang pendapatan sektor perdagangan, jasa, dan investasi yang meningkat dari Rp8,41 triliun menjadi Rp10,55 triliun.
Tahun lalu, menurut Bobby, perseroan dihadapkan pada tantangan ketersediaan dana dari pasar modal dan lembaga keuangan untuk pembiayaan proyek infrastruktur. Hal ini akibat gejolak pasar global yang masih terjadi hingga saat ini.
Kendati demikian, dia menambahkan, meski nilai portofolio saham milik perseroan turun, hal itu karena gejolak pasar dan tidak terkait dengan fundamental dari perusahaan-perusahaan di dalam portofolio perseroan yang pada umumnya masih kokoh.
"Tantangan ini hampir pasti akan terus berlanjut pada 2012. Kami sudah menyiapkan serangkaian strategi dan optimis akan bisa menghadapinya," kata Bobby.
Perseroan, dia melanjutkan, masih harus melanjutkan upaya-upaya nyata penguatan struktur keuangan, pembiayaan, dan permodalan guna terus memperkokoh fundamental bisnisnya. Strategi pembiayaan yang efektif disiapkan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur, sedangkan rebalancing beberapa unit usaha akan terus dilanjutkan.
Perseroan juga akan terus melanjutkan upaya pengurangan kewajiban utang dan bunganya. Hal ini ditunjukkan oleh menurunnya debt to equity ratio (DER) perseroan dari 93,24 persen pada 2010 menjadi 88,03 persen pada 2011. (art)
- Info Momentum
- Mengungkap Dua Pesan Crop Formation dari Alien di Inggris
- Kisah Wanita Bersandal Mawar Merah dari Mesir
- Rahasia Illuminati dalam Uang Rp.10ribu Indonesia
- Gilles de Rais, Legenda Pembunuh Berantai Awal Modern
- Misteri: Kasus Kematian Peragawati Dietje di Era 80an
- VIDEO: Kemunculan Cahaya Misterius Di Atas Kubah Masjidil Aqsa
- FOTO: Mariachi, Offroader Wanita Dengan Skill Super



