BISNIS

Kuasai Dunia, Jangan Jadi PNS

Masyarakat diimbau untuk menjadi pengusaha

ddd
Minggu, 24 Juni 2012, 21:02 Syahid Latif, Daru Waskita (Yogyakarta)
Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Pegawai Negeri Sipil (PNS) (VIVAnews/Adri Irianto)

VIVAnews - Meski menjadi pegawai negeri sipil (PNS) masih menjadi impian sebagian besar masyarakat di tanah air, tapi tak demikian dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar.

Menteri yang banyak berhubungan dengan urusan para abdi negara ini justru mengimbau generasi muda agar tak lagi berorientasi menjadi PNS. Jika ingin menguasai dunia, menjadi pengusaha adalah pilihan terbaik.

''Pertumbuhan wisatawan yang terus meningkat ini harus bisa dimanfaatkan pemuda Yogyakarta, untuk meningkatkan taraf hidup. Sehingga tidak mengandalkan pola pikir menjadi PNS, demi mendapatkan kehidupan yang layak,'' kata Azwar di Yogyakarta, Minggu, 24 Juni 2012

Menurut Azwar, seorang pengusaha sukses, bisa berkunjung dan membuka usaha dimanapun yang disukainya. Sementara menjadi seorang PNS, jelas tidak bisa menguasai dunia.

Peluang generasi muda Yogyakarta menjadi pengusaha juga dinilai terbuka lebar. Sebagai daerah tujuan wisata, Yogyakarta selalu dipadati wisatawan asing dan lokal di setiap akhir pekan atau libur panjang.

Berdasarkan catatan yang ada, pertumbuhan wisatawan di Yogyakarta mencapai sekitar 20 ribu wisatawan dalam satu bulan. Pertumbuhan ini dianggap cukup bagus bagi dunia usaha. Apalagi pangsa pasar wisatawan yang besar ini belum dikelola secara baik.

Menjadi wirausahawan, ujar Azwar, bisa dilakukan melalui berbagai cara seperti penyedia jasa pemandu wisata, jasa wisata dan lain sebagainya. Pendapatan mereka juga dianggap akan lebih tinggi dibandingkan menjadi PNS.

Azwar mengaku, dirinya tidak pernah menganjurkan anak-anaknya untuk menjadi PNS. Dirinya berupaya mengarahkan keluargnya untuk menjadi wirausahawan muda yang tangguh demi membangun perekonomian di sekitar tempat tinggal mereka.

Bahkan, Azwar yang pernah menjadi PNS di Departemen (sekarang Kementerian) Pekerjaan Umum, memilih mengundurkan diri dan memilih menjadi pengusaha.

Menurutnya, suatu negara bisa maju jika sebagian besar penduduknya adalah pengusaha. Baik dari sektor hilir hingga hulu. "Inilah yang mendorong pergerakan ekonomi di setiap daerah,'' pungkasnya (adi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
sinister
27/06/2012
gpp jadi PNS. tapi anehnya ada yg masuk PNS pake bayar puluhan sampe ratusan juta. aneh banget kan, kerja kan dibayar, bukannya mbayar... dunia udah kebalik2
Balas   • Laporkan
lordkluntunx
25/06/2012
pengen kaya jadilah pengusaha....jadi pns kalo gak korupsi kagak bakalan bisa kaya....
Balas   • Laporkan
heryviva
25/06/2012
tergantung orangnya lah... kalo emang jiawa nya pengen jadi abdi negara. apa salahnya jadi PNS.. tp ga ada salahnya juga jadi pengusaha.. toh Rasul kita seorang pengusaha (pedagang)
Balas   • Laporkan
echonisasi
25/06/2012
Hnya orang2 pemlas yg mengandalkan jdi PNS. Dan rata2 tdk melihat mutu yg diajarkan... scra tdk lngsung mnghncurkn Negara sndri.. memang pendidikan itu penting tpi hrs sesuai dgn tjuan. Negara yg maju adlah Negara yg bnyk pngusha yg jenius bkn jd PNS..
Balas   • Laporkan
marehe2 | 25/06/2012 | Laporkan
gak ada pns emang negara bisa jalan ya mas??? semua hal itu saling melengkapi ya... gak semua hal itu buruk...
Rayyan
24/06/2012
mesti ditambah, jadi pengusaha yang jujur, tidak ngemplang pajak, tidak coba2 suap sana sini, jgn jadi mafia anggaran seperti si nazarudin (pengusaha juga kan?) apalagi jadi pengusaha politikus busuk!
Balas   • Laporkan
masmahardika
24/06/2012
Ga ada yang salah dengan PNS, yang salah cuma birokrasi yang panjang dan ribet. Contohnya yang kecil saja buat ktp di Bali kirimnya ke jakarta, hingga sampai ke Bali berapa orang yang ngurus? disanalah saatnya koruptor kecil-besar bertindak.
Balas   • Laporkan
heru.sardjono
24/06/2012
Ingin jadi 'pemuja setan' (koruptor) ... jadilah PNS, TNI atau Polri ...
Balas   • Laporkan
sinister | 27/06/2012 | Laporkan
TNI susah keknya bos. tapi kalo Polri mungkin... dari yg kelas ecek2 sampe kelas kakap pasti ada. gw minta surat kehilangan aja dipalak 20 rebo.
alvianpratama | 25/06/2012 | Laporkan
contoh orang yg pemikiran sempit _-


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru