BISNIS

AS Bantu RI Adopsi Bandara Besar Dunia

RI mengembangkan Airport City, bandara yang mirip miniatur kota kecil

ddd
Selasa, 26 Juni 2012, 10:59 Hadi Suprapto, Indrani Putri
AS akan membantu Indonesia mengembangkan Airport City,  bandara yang mirip miniatur kota kecil.
AS akan membantu Indonesia mengembangkan Airport City, bandara yang mirip miniatur kota kecil. (REUTERS/David Gray)

VIVAnews - Bandar udara merupakan infrastruktur vital bagi sistem transportasi nasional. Di Indonesia, konsep bandara yang bersifat tradisional telah mengalami perkembangan sehingga mampu meningkatkan kontribusi ekonomi bagi negara.

Bandara kini tidak hanya tempat lau lintas udara saja, melainkan pusat kegiatan sosioekonomi tak ubahnya miniatur sebuah kota. Konsep yang disebut Airport City ini telah banyak diadopsi oleh bandara-bandara terbaik di dunia dan telah terbukti menjadi instrumen peningkatan kualitas layanan pada pelanggan.

"Saat ini kami sedang melakukan transformasi yang mengacu pada konsep Airport City sehingga kami memerlukan masukan dari banyak pakar untuk membuat bandara yang kompeten secara global," kata Direktur Utama Angkasa Pura I, Tommy Soetomo di Jakarta, Selasa 26 Juni 2012.

Hal ini ditegaskan Dirut Utama Angkasa Pura II, Tri S Soenoko yang sedang membuat grand design pengembangan bandara Soekarno Hatta. Dengan pertumbuhan penumpang sebesar 19,2 persen atau yang tertinggi di dunia, Bandara Soekarno Hatta harus dikembangkan agar mampu mengakomodasi pertumbuhan trafik dan penumpang yang semakin tinggi.

Dengan 12 bandaranya masuk dalam daftar 30 bandara tersibuk dunia dan pengalaman dalam pengembangan bandara, AS tertarik membantu pengembangan bandara di Indonesia. Bekerjasama dengan Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II, Kedutaan Besar AS di Jakarta mengadakan Workshop Global Airports Indonesia 2012.

"Bandara AS mengangkut 700 juta penumpang setiap tahunnya. Saya harap lewat workshop ini, perusahaan-perusahaan AS dapat membantu melalui keunggulan teknologi dan solusi hemat biaya yang dapat membantu pengembangan bandara di Indonesia," kata Dubes AS untuk Indonesia, Scot Marciel. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
andariesta
26/06/2012
Amerika itu mau ambruk... sebentar lagi cina yg jadi adidaya. Nah indonesia hrs siap2 kalau nggak jadi penonton terus!!
Balas   • Laporkan
dedi_wae
26/06/2012
Jgn mimpi lah, AS itu lbh mmntingkan Singapura di bandingkan RI, krn AS itu brmuka dua, mana mungkin AS menelantarkan boneka bwtnnya (sekutunya) sendiri ? itu hanya akal-akaln AS yg mau mngeruk dr bisnis ini..faktanya NOL tuh
Balas   • Laporkan
malaysia
26/06/2012
hati-hati aja sifat orang kafir itu munafik pasti ada maunya mana ada orang itu iklas apalagi amrik dah tau bgt sipatnya yg rakus gak perduli mau bunuhin orang asal dapat uang banyak
Balas   • Laporkan
mbagusi | 27/06/2012 | Laporkan
masih mending hubungan ma kafir, daripada lu banggain onta, tiap hari kerjaannya perkosa tki, dari pada lu pake pejabat yang sembayang 5 waktu, tiap hari korupsi....munafik banget loe....
denis29
26/06/2012
Jangan mengkhafirkan negara orang lain sedangkan kekafiran negara kita sendiri tidak diperhatikan
Balas   • Laporkan
dedi_wae | 26/06/2012 | Laporkan
kafir dimn-mn sm tdk kenal ALLOH SWT
neosack
26/06/2012
USA si kafir lagi nehh yang bantu Indonesia, mana nehh si suci Iran? biasanya rakyat Indo menghina banget si kafir AS
Balas   • Laporkan
mbagusi | 27/06/2012 | Laporkan
begitulah orang-orang munafik, bisanya memuja bangsa onta yang tiap hari perkosa tkw. asal 1 agama dibela, termasuk pejabat-pejabat yang sembahyang 5 waktu, korupsi jalan teruszzzzzz sampe kitab sucinya juga dikorupsi......
nutsbreaker | 26/06/2012 | Laporkan
Sampah banget lu tot... tiap komen ttng AS, Iran selalu ja bawa2 sara,, Ngempul sampah sono lu,


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru