BISNIS

Demo Anarkis, Produksi Kilang Balongan Turun

Aksi massa sempat ricuh saat mereka merobohkan pintu pagar kilang.

ddd
Selasa, 26 Juni 2012, 18:54 Hadi Suprapto, Iwan Kurniawan
Aksi massa sempat ricuh saat mereka merobohkan pintu pagar kilang Balongan.
Aksi massa sempat ricuh saat mereka merobohkan pintu pagar kilang Balongan. (Antara/ Dhedez Anggara)

VIVAnews - PT Pertamina menyatakan aksi anarkis ratusan buruh Pertamina Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) dan Serikat Buruh Indonesia (SBI) meminta penghapusan sistem kerja kontrak atau outsourcing, mengurangi produksi BBM pertamina.

Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina Ali Mundakir menjelaskan, aksi demonstrasi yang berbuntut pada jebolnya pagar kilang membuat Pertamina memperkecil produksi kilang Balongan.

"Produksi harusnya penuh, namun karena karena masyarakat takut kami kecilkan jadi 1.000 barel per hari," kata Ali di Jakarta, Rabu 26 Juni 2012.

Menurut dia, hal ini dilakukan karena prinsip dalam operasi migas harus mengedepankan keselamatan yang tinggi. Ia meminta kepada para buruh berdemonstrasi dengan tertib, karena jika anarkis, akan merugikan diri sendiri dan negara.

Pertamina, lanjutnya, mengaku berat jika harus mengangkat seluruh karyawan outsourcing menjadi pegawai Pertamina, mengingat mereka bekerja untuk kontraktor, bukan untuk Pertamina.

Ia menjelaskan masalah sistem kerja kontrak ini bukan hanya menimpa Pertamina, namun juga seluruh perusahaan nasional. Pertamina mengkontrakkan pekerjaan kepada perusahaan outsourcing dan pekerja kontrak masih diperbolehkan oleh Undang-undang.

Walaupun outsourcing, dia menjamin kesejahteraan para pegawai kontrak tetap diperhatikan dengan cara memberlakukan syarat yang berat bagi perusahaan outsourcing yang ingin mengikuti tender di Pertamina.

"Yang jelas kami pastikan tenaga outsourcing di Pertamina upahnya di atas upah minimum regional," katanya.

Aksi massa sempat ricuh dengan aparat keamanan saat mereka merobohkan pintu pagar kilang, Senin 25 Juni. Bahkan, para pekerja juga melempari batu ke arah petugas yang berjaga-jaga di depan pagar.

Aksi ini dilakukan karena kesal aspirasi mereka tidak dipenuhi pihak Pertamina. Aksi massa ini merupakan yang ketiga kalinya untuk menuntut Pertamina segera menghapus sistem kerja kontrak serta menuntut hak kesejahteraan karyawan dan para buruh. (sj)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru