BISNIS

Bali Bangun Empat Tol dan Jalur Kereta Api

Kesulitan pembangunan infrastruktur itu mencari kesamaan persepsi.

ddd
Rabu, 27 Juni 2012, 15:32 Hadi Suprapto, Bobby Andalan (Bali)
Kesulitan pembangunan infrastruktur di Bali adalah mencari kesamaan persepsi.
Kesulitan pembangunan infrastruktur di Bali adalah mencari kesamaan persepsi. (Antara/ R Rekotomo)

VIVAnews - Pemerintah Provinsi Bali terus membenahi infrastruktur jalan untuk mengurai kemacetan yang kian menggila. Ada dua hal penting yang menjadi fokus utama.

Pertama adalah menambah sarana tol yang sudah ada. Kedua, mengkaji kelayakan sarana kereta api yang mengitari Pulau Bali.

Untuk jalan tol, Pemprov Bali merancang pembangunan empat tol lagi, setelah satu tol yang menghubungkan Tanjung Benoa-Bandara Ngurah Rai-Nusa Dua.

Keempat jalan tol itu adalah, pertama, tol yang menghubungkan Denpasar-Soka-Jembrana. Kedua, tol yang menghubungkan Kuta-Soka-Tanah Lot-Seririt. Ketiga, tol Canggu-Bringkit-Purnama. Keempat, tol Gowa Lawah-Karangasem.

"Kereta api keliling Bali masih dalam pengkajian. Sementara itu, untuk tol, yang sudah ada DED (Detail Engineering Desain) adalah tol yang menghubungkan Kuta-Soka-Seririt," kata Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Bali, Ketut Wija, saat ditemui di Wisma Sabha, Kantor Gubernur Bali, Rabu 27 Juni 2012.

Ia melanjutkan, seluruh studi kelayakan pembangunan jalan tol tersebut sudah selesai dilakukan sejak beberapa tahun lalu. "Kesulitan pembangunan infrastruktur di Bali adalah bagaimana mencari kesamaan persepsi dari semua elemen yang ada, karena banyak megaproyek yang terancam gagal akibat terjadi perbedaan persepsi tersebut," kata Wija.

Menurut dia, kesulitan paling mendasar adalah pembebasan lahan. Apalagi, jika lahan itu sudah berkaitan dengan tempat ibadah pura. Belum lagi soal budaya dan agama yang menurut Wija tak kalah pelik.

Bila semua elemen masyarakat Bali sudah memiliki kesamaan persepsi, realisasi tol itu semakin mudah. Jika sudah ada kesamaan persepsi, pembangunan ruas tol itu akan ditawarkan ke pihak swasta.

Saat ini, Bali sedang mengalami kemacetan yang luar biasa, hampir di seluruh ruas jalan. Pembangunan jalan tol di beberapa ruas diyakini bisa memecah kemacetan.

Selama ini, mobilitas penduduk Bali sudah lebih dari 10 juta orang. Sementara itu, warga yang ber-KTP Bali hanya 3,9 juta orang. Sisanya, wisatawan domestik, wisatawan mancanegara, dan warga dari daerah lain yang tinggal sementara.

Meningkatnya mobilitas penduduk di Pulau Dewata akan menjadi beban bagi Bali, terutama dari sisi kemacetan lalu lintas. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com