BISNIS

Final Euro, 2 Negara di Ambang Krisis Ekonomi

Kedua negara tengah berjuang keras untuk mengatasi krisis.

ddd
Sabtu, 30 Juni 2012, 10:19 Nur Farida Ahniar
Suporter Italia
Suporter Italia (Ist)

VIVAnews - Pertandingan piala Eropa tinggal menunggu babak final. Hasilnya, Italia dan Spanyol melaju untuk merebut juara di benua biru itu.

Jika dilihat dari sisi ekonomi, Italia dan Spanyol sama-sama berada di ambang krisis. Keduanya tengah berjuang keras untuk mengatasi krisis yang sudah diambang jurang itu.

Saat ini imbal hasil surat utang Italia dan Spanyol tercatat terus naik. Imbal hasil surat Utang Spanyol dengan tenor 10 tahun bahkan mencapai 7 persen, atau level di mana sebuah negara bakal membutuhkan dana talangan.

Lembaga pemeringkat Moody's memangkas peringkat utang Spanyol tiga level dari A3 menjadi Baa3. Persetujuan zona euro untuk membantu perbankan Spanyol dianggap akan meningkatkan beban utang negara.

Peringkat yang diberikan Moody's saat ini menempatkan Spanyol satu tingkat di atas peringkat "sampah". Peringkat dari Standard & Poors lebih tinggi yaitu BBB+ dengan outlook negatif. Sementara itu, Fitch Rating memotong tiga tingkat pada 7 Juni menjadi BBB --satu tingkat di atas Moody's-- dan menempatkan pandangan negatif terhadap kredit.

Seperti diketahui, Spanyol telah menyepakati dana pinjaman kepada Spanyol hingga 100 miliar euro (US$125,74 miliar) untuk menolong perbankan Spanyol yang tengah terancam akibat krisis.

Lembaga rating seperti Moody's juga memangkas peringkat utang Spanyol tiga tingkat sehingga Spanyol berada di atas status sampah, setara dengan Azerbaijan. Pengangguran di Spanyol juga mencapai rekor tertinggi, terutama di kalangan muda.

Menurut laporan cnbc pada September 2011, utang luar negeri Spanyol menempati peringkat ke lima negara pengutang paling besar. Utang luar negeri Spanyol mencapai 179,4 persen dari PDB. Sedangkan total utang luar negeri US$2,46 triliun. Dengan PDB 2010 sebesa US$1,37 triliun, sehingga utang luar negeri per kapita menjadi US$60.614.

Italia

Krisis yang terjadi di Spanyol ditakutkan akan menjalar ke Italia. Italia tengah berjuang keras mengatasi krisis utang. Nilainya sudah setara 120 persen dari produk domestik bruto (PDB). Bank Sentral Italia mengumumkan utang publik sudah mencapai level tertinggi yaitu 1,95 triliun euro.

Untuk mengatasi krisis utang di negara Italia itu, baru-baru ini pemerintah Italia berencana menjual tiga badan usaha miliki negara (BUMN) dan merampingkan birokrasi. Pemerintah berharap penjualan tiga BUMN itu akan mendatangkan pemasukan sebesar 10 miliar euro, atau sekitar US$12,6 miliar.

Pemasukan ini berguna untuk menambah modal membayar utang yang kian membengkak. Italia juga akan merampingkan tubuh birokrasi. Sejumlah departemen atau kantor pemerintah akan digabung menjadi satu. Ini berakibat pengurangan pegawai. Bagi, pemerintah, langkah itu bisa menghemat pengeluaran negara.

Menurut laporan cnbc pada September 2011, Italia sendiri merupakan negara nomor empat dengan utang paling besar. Pada saat itu utang luar negerinya 146,6 persen dari PDB, dengan total US$2,602 triliun. Data PDB 2010 sebesar US$1,77 triliun. Sedangkan utang luar negeri per kapita US$44.760.

Pertandingan final piala Eropa yang digelar Minggu dini hari mendatang diharapkan dapat mereguk kebahagiaan di tengah krisis. Negara mana jagoan anda? (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
wakuteh
30/06/2012
Negara Indonesia jagoan koe...ha..ha..ha...:)
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru