Freeport Siap Pasok Konsentrat Smelter Baru
Kapasitas smelter saat ini sudah berlebih.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Rozik B. Soetjipto (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
VIVAnews - PT Freeport Indonesia mengaku siap memasok pabrik peleburan atau smelter yang baru dibangun sebagai respons larangan ekspor bahan tambang mentah pada 2014 mendatang. Namun, Freeport sendiri tidak akan membangun pabrik pengolahan bijih besi.
"Sudah ada yang mengkontak kami, dan sudah ada pertemuan namun belum ada satu komitmen," kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Rozik B. Soetjipto saat kunjungan ke redaksi VIVAnews, beberapa waktu lalu.
Freeport menyatakan siap mensuplai konsentrat ke smelter baru di dalam negeri jika harga yang ditawarkan telah bersaing dengan smelter yang ada di luar negeri. Konsentrat Freeport yang berasal dari tambang di Grasberg sendiri saat ini telah menyuplai untuk kebutuhan dalam negeri.
Walaupun begitu, Rozik mengatakan Freeport belum akan membangun smelter baru karena berdasarkan studi kapasitas smelter saat ini sudah berlebih, bahkan jauh melampui kemampuan pasokan konsentrat. "Jadi artinya smelter saat ini berebut mencari konsentrat," kata mantan Menteri Pekerjaan Umum era Abdurrahman Wahid ini.
Selain itu untuk membangun smelter baru membutuhkan ongkos melebur yang lebih rendah 30 persen dari yang ada saat ini agar dapat bersaing.
Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan akan ada 40 pabrik peleburan atau smelter baru hingga 2014 mendatang dan membutuhkan listrik hingga 1.500 megawatt. PLN menyatakan sanggup memenuhi kebutuhan listrik setiap smelter.
- Info Momentum
- Mengungkap Dua Pesan Crop Formation dari Alien di Inggris
- Kisah Wanita Bersandal Mawar Merah dari Mesir
- Rahasia Illuminati dalam Uang Rp.10ribu Indonesia
- Gilles de Rais, Legenda Pembunuh Berantai Awal Modern
- Misteri: Kasus Kematian Peragawati Dietje di Era 80an
- VIDEO: Kemunculan Cahaya Misterius Di Atas Kubah Masjidil Aqsa
- FOTO: Mariachi, Offroader Wanita Dengan Skill Super



