BISNIS

Pengaduan Masalah Perbankan Meningkat

Mayoritas pengaduan seputar produk kartu kredit dan ATM.

ddd
Minggu, 1 Juli 2012, 14:12 Ita Lismawati F. Malau, Nina Rahayu
Salah satu layanan bank, anjungan tunai mandiri (ATM)
Salah satu layanan bank, anjungan tunai mandiri (ATM) (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Hingga akhir Maret 2012, Bank Indonesia (BI) menerima 216.708 pengaduan perbankan. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 417 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
 
Menurut Direktur Eksekutif Kepala Departemen Investigasi dan Mediasi Perbankan Bank Indonesia Sri Rahayu Widodo jumlah yang paling mendominasi berasal dari produk kartu kredit dan ATM. "Ini sebesar 96,31 persen dari total pengaduan," kata Sri Rahayu di Parkir Timur Senayan Jakarta, Minggu 1 Juli 2012.

Menurut Sri Widodo, peningkatan jumlah pengaduan kartu kredit itu disebabkan beberapa faktor diantaranya kartu tertelan lalu terdebet. "Ada juga yang kartunya hilang, lalu ada transaksi, lalu diajukan ke BI mediasinya," tegasnya.

Untuk meminimalisir hal tersebut, lanjut Sri Widodo, pihaknya akan memanggil pengawas bank yang bersangkutan untuk melakukan konfirmasi. Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau agar kontrol internal lebih ditingkatkan mengingat kompleksitas dan jenis produk di bank.

Untuk meningkatkan pelayanan, BI akan mengkaji besaran nilai yang di sengketakan. Sebelumnya BI hanya menangani nilai sengketa di bawah Rp500 juta. "Soal sengketa, nominal, nilai yang disengketakan, sebesar Rp500 juta atau Rp1 miliar, masih dikaji," ungkap Sri Widodo.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru