BISNIS

Kedelai Mahal, Tempe Benguk Laris Manis

Bahan baku benguk tak perlu impor dari luar negeri. Harganya tak mahal
Jum'at, 27 Juli 2012
Oleh : Elin Yunita KristantiDaru Waskita (Yogyakarta)
Tempe benguk

VIVAnews -- Masyarakat di Indonesia dipusingkan dengan harga tempe yang semakin mahal akibat melonjaknya bahan baku kedelai impor yang saat ini mencapai Rp8.500 perkilogramnya. Bahkan akibat melonjaknya harga kedelai ini banyak perajin tahu dan tempe yang terancam gulung tikar jika harga kedelai tak segera turun.

Dibalik mahalnya kedelai impor menjadi berkah tersendiri bagi perajin tempe yang menggunakan bahan baku benguk yang tidak perlu impor dari luar negeri. Bahkan tanaman benguk ini masih sangat banyak dijumpai di berbagai daerah seperti di Kabupaten Kulonprogo atau Kabupaten Gunungkidul.

Rasa dari tempe benguk ini juga tak kalah nikmatnya dengan tempe dari bahan kedelai sehingga menjadi alternatif lain bagi masyarakat ketika harga tempe di pasaran melonjak.

"Sejak beberapa hari ini, tempe benguk yang kami jual laris manis," kata Parjiman, perajin tempe benguk dari Desa Ringinharjo, Kabupaten Bantul, DIY, Jumat 27 Juni 2012.

Sudah dua puluh tahun Parjiman membuat tempe benguk dan tak pernah kesulitan mendapat bahan baku, apalagi dipusingkan dengan kenaikan harga impor. Karena bahan baku tempe benguk diambil dari pohon benguk yang banyak tumbuh di kawasan pegunungan Gunungkidul dan perbukitan Imogiri.

Harganya juga tidak begitu mahal, karena hanya Rp 5.000 untuk tiap satu kilogramnya. Untuk 1 kilogram benguk, bisa menghasilkan 25 tempe dengan harga rata-rata dari Rp500 sampai Rp600 tiap biji tempe.

Soal rasa, tempe benguk tak kalah dengan tempe kedelai. Selain digoreng juga bisa dibacem. Atau dulu, jadi campuran gudeg.

Tempe benguk memiliki citarasa tersendiri sehingga kini menjadi makanan 'klangenan' karena jarang ada di pasaran.

Untuk membuat tempe benguk ini, cukup rumit bila dibanding proses pembuatan tempe kedelai. Setidaknya harus melalui tiga kali tahapan masak. Setelah itu, baru pada proses pembungkusan.

Sementara, Ngadiman salah seorang warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul mengatakan, tempe benguk ini tidak dijual di sembarang pasar karena perajinnya jumlah terbatas dan paling banyak perajin tempe benguk ini berasal dari Kabupaten Kulonprogo. (eh)

 

TERKAIT
TERPOPULER