BISNIS

SBY: 5 Faktor RI Perlu Bangun Aerotropolis

Ekonomi makin maju, Indonesia perlu angkutan udara yang lebih baik

ddd
Kamis, 2 Agustus 2012, 12:55 Ita Lismawati F. Malau, Suryanta Bakti Susila
Desain Kawasan Baru Bandara Soekarno-Hatta
Desain Kawasan Baru Bandara Soekarno-Hatta (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan pemancangan tiang pertama proyek pengembangan Bandara Soekarno-Hatta menjadi kawasan Aerotropolis. SBY menilai pengembangan tersebut tepat waktu dan tepat sasaran.

"Ada lima hal mengapa kami yakin bahwa yang kita lakukan ini di samping benar dan juga diperlukan sekaligus tepat waktu dan tepat sasasaran," kata SBY saat meresmikan pembangunan kawasan Aerotropolis Bandara Soekarno-Hatta , Kamis 2 Agustus 2012.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini ada di atas 6 persen dengan pendapatan domestik bruto $1 triliun. Pertumbuhan sebesar itu meningkatkan kebutuhan perhubungan domestik, kawasan maupun internasional. Naiknya kebutuhan (demand) itu harus dijawab dengan peningkatan persediaan (supply) sarana prasarana, termasuk jasa penerbangan.

SBY menceritakan, evaluasi mudik tahun lalu, ditemukan ternyata transportasi udara Jakarta - Surabaya dan sebaliknya, meningkat lebih tinggi dibanding jalur serupa melalui kereta api. Hal itu, kata SBY, sejalan dengan statistik bahwa kelas menengah di Indonesia tumbuh pesat. "Bahkan terbesar di Asia Tenggara. Indonesia memerlukan jasa angkutan udara yang lebih baik," katanya.

Dia menambahkan, kesepakatan antara negara-negara di ASEAN dan Asia Timur sudah terjalin untuk meningkatkan keterhubungan. Semakin sering digelar pertemuan tingkat puncak East Asia Summit mempercepat peningkatan intensitas hubungan antar negara di Asia Tenggara, Asia Timur dan Pasifik. "Apa yang dilakukan PT Angkasa Pura II bagian untuk meningkatkan konektivitas itu," kata SBY.

Alasan ketiga terkait Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Menurutnya, proyek raksasa itu intinya mengundang investasi besar-besaran di seluruh tanah air.

SBY menilai, sering terjadi gap antara dunia investasi dan bisnis dengan infrastruktur. "Kita berharap dengan tambahan prasarana udara seperti ini dan infrastruktur yang lain maka peluang investasi besar bisa didapatkan dan akhirnya pertumbuhan ekonomi juga bisa ditingkatkan lebih tinggi," ujarnya.

Tiga tahun lagi Asean Economic Community dijalankan sehingga negara-negara dan daerah di kawasan Asia Tenggara akan terintegrasi. Konsekuensi dari integrasi itu, negara dan daerah yang memiliki daya saing tinggi yang akan memenangi perdagangan bebas di kawasan ini. "Tidak ada kata lain Indonesia harus siap," katanya.

Menurut Yudhoyono, pembangunan ini akan menciptakan benefit ekonomi yang lain, yaitu lapangan pekerjaan, industri turunannya, material, dan jasa lain ikut bergerak. "Tidak hanya memberi benefit riil bagi Banten, DKI, tapi juga secara nasional," ujarnya. (ren)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru