BISNIS

Eropa dan AS Krisis, Harga Batu Bara Anjlok

Indonesia tertolong dengan naiknya permintaan dari China dan India.
Senin, 6 Agustus 2012
Oleh : Denny Armandhanu, Iwan Kurniawan
Kegiatan penambangan batu bara Adaro Energy

VIVAnews - Krisis moneter yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat menyebabkan permintaan batu bara dunia menurun. Hal ini berdampak dengan turunnya harga batu bara dunia.

"Ketersediaan batubara di dunia lebih dari cukup makanya harganya turun," kata Sekretaris Perusahaan PT Adaro Energy Tbk, Devindra Ratzarwin di Jakarta, Senin malam 6 Agustus 2012.

Adaro sendiri telah merevisi target produksi batu bara 2012 dari 50,5 juta ton menjadi 48-50 juta ton akibat lesunya pasar. Realisasi produksi batu bara Adaro sendiri baru 23 juta ton atau hampir 50 persen dari target produksi secara keseluruhan.

Devindra menjelaskan turunnya permintaan batu bara untuk Eropa dan Amerika Serikat masih bisa diselamatkan dengan naiknya permintaan batu bara China dan India. Indonesia, imbuhnya, sebagai salah satu produsen batu bara terbesar dunia diuntungkan oleh kedua negara tersebut.

Ia menjelaskan bervariasinya kalori batu bara yang dimiliki oleh Indonesia menguntungkan posisi Indonesia sebagai eksportir batu bara. Biaya produksi batu bara di Indonesia pun jauh lebih murah dibandingkan negara lainnya.

Ia menjelaskan untuk seluruh penjualan Adaro sepanjang 2012 ini sebagian besar telah dikontrak dengan harga yang telah ditetapkan berdasarkan harga tetap dan terkait dengan indeks. "Tidak ada batubara Adaro yang dijual di pasar spot," ujarnya.

TERKAIT
TERPOPULER