BISNIS

GTIS Rayu Calon Investor Emas Pakai Agen Cantik dan Ulama

Selain cewek cantik, GTIS juga memajang tokoh ulama negeri ini.

ddd
Selasa, 5 Maret 2013, 13:33 Hadi Suprapto
Emas batangan
Emas batangan (VIVAnews/Muhamad Solihin)
VIVAnews - PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) sangat mudah mencari nasabah baru karena menawarkan berbagai keuntungan. Selain itu, para agen penjual investasi ini juga menarik dan enak dilihat.

DZ, salah satu investor, dalam wawancaranya dengan VIVAnews mengaku tertarik investasi ini lantaran imbal hasil yang ditawarkan sangat besar, sampai 2-5,4 persen per bulan alias 24-64,8 persen per tahun. "Sangat tinggi," katanya.

DZ menceritakan, awalnya ia mencari-cari investasi emas paling menguntungkan. Mulai berkebun emas, angsa, hingga gadai emas. Semua menarik, tapi imbal hasilnya tidak setinggi tawaran GTIS.

Untuk menarik nasabah baru, GTIS yang mengklaim sudah sesuai syariah juga menggunakan agen-agen cantik. DZ mengaku didatangi sepasang agen yang keren dan molek yang kemudian menjelaskan berbagai keuntungan investasi di GTIS.

Selain cewek cantik yang menggunakan rok pendek, GTIS juga menawarkan tokoh-tokoh ulama negeri ini. Ia menggandeng beberapa nama kiyai di jajaran perusahaan. "Ada Kyai Ma'ruf Amin dan Marzuki Alie sebagagi Dewan Penasehat," kata DZ. "Itu yang membuat kami yakin dan tertarik dengan investasi ini."

Ma'ruf Amin merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sedangkan Marzuki Alie merupakan politisi Partai Demokrat.

Memang, ketika dikonfirmasi, Ma'ruf tidak mau menjelaskan posisinya di GTIS. "Saya sedang di Makkah," katanya langsung mematikan telepon genggamnya. Sedangkan Marzuki Ali mengatakan dia hanya mengislamkan Michael Ong, bos GTIS. Tidak ada kaitannya dengan perusahaan itu. "Mana ada di perusahaan Dewan Pembina. Memang organisasi?" katanya. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
nirwana15
05/03/2013
innalilahiwainailahirojiun..ketua MUI nyari duit juga lewat jabatanya..jadi ga pantaslah ngomong halal haram..gimana mau melindungi umat sedangkan nafsu dunia yang di kejar
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com