BISNIS

Chavez Wafat, Timur Tengah Pun Berduka

Palestina, Iran, dan Suriah punya hubungan dekat dengan Chavez.
Kamis, 7 Maret 2013
Oleh : Muhammad Chandrataruna, Santi Dewi
Hugo Chavez
VIVAnews - Wafatnya Presiden Venezuella Hugo Chavez, turut diratapi oleh beberapa negara di Timur Tengah. Beberapa pemimpin negara yang notabene juga berseteru dengan Amerika Serikat (AS) mengenang Chavez sebagai pemimpin negara yang terhormat dan sahabat baik dengan memberikan dukungan ketika mereka mendapat sanksi dari AS.

Negara-negara di Timur Tengah yang turut meratapi kepergian Chavez antara lain Palestina, Iran, dan Suriah. Menurut laman The Jerusalem Post, Kamis 7 Maret 2013, ketiga pemimpin negara tersebut memang dikenal dekat dengan Chavez semasa dia masih hidup.

Pejabat senior Palestina, Nabil Sha'ath, pada Rabu kemarin memberikan penghormatan kepada mendiang Chavez, yang dikenalnya sebagai pembela hak kaum yang tertindas.

"Hari ini, kita kembali mengenang kalimat yang pernah diucapkan Simon Bolivar yang mengatakan Amerika Latin telah menjelma menjadi negara terbesar di dunia," ujar Sha'ath.

"Besar tidak hanya karena memiliki wilayah yang luas dan kekayaan alamnya, tetapi juga karena kebebasan dan kejayaan yang mereka punya. Chavez tak pernah berhenti bekerja, tidak hanya untuk kebebasan dan kejayaan Amerika Latin yang dia cintai, namun juga bagi semua kaum tertindas, termasuk Palestina, negara yang selalu dikenang di hatinya," tandasnya.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pun turut menyatakan rasa dukanya bagi Venezuela. Ahmadinejad bahkan mengumumkan hari berkabung nasional di Iran selama satu hari untuk memperingati mangkatnya Presiden Chavez.

Presiden Iran yang kembali terpilih di tahun 2009 itu pun dijadwalkan akan terbang ke Venezuela untuk menghadiri pemakaman Chavez pada Jumat besok.

"Hugo Chvez merupakan sebuah nama yang dikenal di seluruh dunia. Namanya akan selalu mengingatkan kita akan kebaikan, keberanian, dedikasi dan usaha tanpa kenal lelah untuk melayani rakyatnya, terutama dari kalangan miskin dan mereka yang tertindas oleh kolonialisme dan imperialisme," ucap Ahmadinejad.

Kedekatan hubungan Iran-Venezuela sempat menuai kecurigaan dari pihak AS, yang menduga Venezuela akan memberikan bantuan ekonomi terhadap Iran, negara yang dikenai sanksi akibat kegiatan nuklirnya.

Namun, dalam sebuah konferensi di Caracas Januari lalu, yang turut dihadiri Ahmadinejad, Chavez malah meledek kecurigaan AS dengan mengatakan, akan muncul bom atom yang besar dari sebuah bukit di Tehran.

Sementara di Suriah, media massa terus memberitakan wafatnya Chavez. Stasiun televisi milik pemerintah Suriah bahkan memberitakan tindakan Chavez yang membela legitimasi hak-hak negara Arab.

"Dia berulang kali mendeklarasikan solidaritasnya dengan kepemimpinan dan rakyat Suriah dalam menghadapi serangan sengit kaum imperialis dan mengutuk tekanan yang dilakukan AS di Suriah," siar stasiun televisi tersebut.

Kedekatan Chavez dengan Presiden Bashar Assad berdampak pada bantuan bahan bakar diesel yang diberikan Venezuela, untuk membantu terbatasnya stok produk itu akibat sanksi yang dijatuhkan barat kepada Suriah.

Chavez juga pernah menegaskan bahwa aksi pemberontakan terhadap Presiden Assad sebagai persekongkolan internasional yang didukung oleh pihak Barat.
TERKAIT
TERPOPULER