BISNIS

Harga Bawang Selangit, Ini Penyebabnya

Ada tiga faktor yang menyebabkan harga bawang melonjak tinggi.

ddd
Sabtu, 16 Maret 2013, 11:13 Aries Setiawan, Tommy Adi Wibowo
Harga bawang meroket
Harga bawang meroket (ANTARA/Syaiful Arif)
VIVAnews - Harga bawang terus meroket selama dua pekan ini. Banyak masyarakat yang mengeluhkan naiknya harga bawang. Tak terkecuali, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang ikut marah besar lantaran para menterinya lamban mengatasi masalah kenaikan itu.

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pengembangan Hasil Pertanian Kementerian Pertanian, Yasin Taufik, seharusnya produksi bawang merah di Indonesia aman. Saat ini, bawang merah itu sudah swasembada, jumlah produksinya mencapai satu juta ton per tahun.

Yasin menjelaskan, konsumsi bawang merah masyarakat sebesar 2,5 kilogram per kapita. Kalau dikalikan 250 juta penduduk, jumlahnya 650.000 ton. Maka itu, jumlah bawang merah masih tersisa 350.000 ton.

"Saat ini, pembagian untuk bawang merah itu 90 persen produk dalam negeri dan 10 persen impor," kata Yasin, saat berbicara di acara 'Diskusi Bawang, Antara Cerita dan Derita', di Jakarta, Sabtu 16 Maret 2013.

Sementara itu, kebutuhan bawang putih di Indonesia mencapai 1,36 kg per kapita per tahun dan dikalikan 250 juta penduduk sama dengan 330.000 ton per tahunnya. Pembagiannya, justru 10 persen produk dalam negeri dan 90 persen impor.

Bila ditinjau dari data jumlah bawang lebih itu, kenapa harga bawang tetap naik? Yasin mengatakan bahwa kenaikan harga bawang merah ini dipengaruhi oleh tiga faktor, pertama siklus tahunan, gagal panen, dan masalah distribusi.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eny Sri Hartati melihat, kenaikan harga bawang sebesar 300 persen itu disebabkan masalah distribusi. "Dari sisi suplai tidak ada masalah. Dari sisi impor juga tidak masalah, di negara juga pengimpor tidak ada masalah panen," kata Enny.

Lain lagi, menurut Fadli Zon, Sekertaris Jenderal Himpunan Kerukunan Tani Indonesia. Menurutnya, di balik masalah kenaikan harga bawang, juga adanya usaha pihak tertentu yang mencari keuntungan. Ini adalah kegagalan Kementerian Pertanian dalam izin impor yang terlambat.

"Seharusnya, izin impor bawang selesai bulan Januari tapi baru selesai Maret. Kenapa terlambat? Ini yang menjadi tanda tanya," kata Fadli Zon. (asp)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
rimacantika
16/03/2013
Menteri Pertaniannya sibuk ngurusin dirinya yang jadi saksi LHI dan sibuk ngurusin berkas2 karena sebentar lagi dia yang jadi tersangka. Makanya Pak Presiden, anda dipilih melalui pilpres, posisi Bapak kuat, jangan ambil menteri dari partai, cari yang pro
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com