BISNIS

Data Manufaktur Turun, Bursa AS Tertekan

Laporan keuangan perusahaan manufaktur lebih rendah dari perkiraan.

ddd
Selasa, 2 April 2013, 08:04 Mohammad Adam
Bursa Wall Street.
Bursa Wall Street. (REUTERS/Brendan McDermid)

VIVAnews - Indeks S&P 500 berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin waktu AS. Perdagangan saham melemah, karena investor menahan diri, setelah S&P 500 berhasil menembus rekor penutupan pekan lalu.

Kondisi ini juga dipengaruhi penyampaian laporan keuangan perusahaan manufaktur yang lebih rendah dari perkiraan. Indeks S&P 500 turun 7,02 poin menjadi 1.562,17.

Seperti diberitakan cnbc.com, penurunan indeks S&P 500 itu merupakan yang pertama kali sejak kuartal keempat 2011, yakni indeks bergerak melemah pada pembukaan perdagangan.

"Tampaknya ada ketidaksesuaian antara fundamental dan sentimen serta momentum," ujar Stephen Wood, Kepala Strategi Pasar Russel Investments.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 5,69 poin menjadi 14.572,85. Penurunan indeks Dow diseret oleh saham Intel dan Alcoa.
Indeks Nasdaq juga merosot 28,35 poin ke posisi 3.239,17.

Meskipun merupakan sesi perdagangan yang lemah, April secara historis menjadi bulan terbaik untuk meningkatkan ekuitas. Selama bulan itu, kenaikan bulanan rata-rata mencapai 2,7 persen dalam 20 tahun terakhir. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com