BISNIS

Wijaya Karya: Kami Paling Dulu Selesai di Proyek Jalan Layang

Nilai proyek sekitar Rp300 miliar dengan menggandeng Jaya Konstruksi.
Rabu, 24 April 2013
Oleh : Mohammad Adam, Alfin Tofler
Suasana sepi dari pekerja proyek infrastruktur untuk jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang.

VIVAnews - PT Wijaya Karya Tbk menyatakan tidak mengalami kendala dalam penyelesaian proyek jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang yang menjadi bagiannya. Proyek itu kini dihentikan oleh Pemda DKI karena menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, Natal Argawan Pardede, kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu 24 April 2013, mengatakan, penyelesaian bagian proyek itu sudah rampung sejak tahun lalu.

"Kami yang paling duluan selesai. Sudah serah terima pada Agustus 2012," ujar Natal.

Proyek ini, Natal melanjutkan, sudah lama dikerjakan dan Wijaya Karya mendapat jatah pengerjaan jalan layang dari Kampung Melayu hingga Mal Ambassador dengan nilai sekitar Rp300 miliar.

Dalam pengerjaan ini, Wijaya Karya tidak sendirian, melainkan bekerja sama operasi atau joint operation dengan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. Jasa Konstruksi adalah anak perusahaan PT Pembangunan Jaya.

Pada waktu pengerjaan, Wijaya Karya mengklaim tidak menemui kendala dan masalah dalam penyelesaian proyek itu. Namun, dia mengakui, sempat ada permasalahan dengan pipa air di dalam tanah pada proses konstruksi.

Menurut Natal, kendala pipa air itu kerap ditemui dalam proses konstruksi, terutama di kota-kota besar. "Secara keseluruhan lancar, hambatan-hambatan seperti itu biasa lah," katanya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, di Balaikota, Senin, 22 April 2013, meminta audit proyek pembangunan jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang. Sebab, hingga saat ini proyek itu tidak kunjung selesai.

"Kami memang hentikan dulu penganggaran ruas jalur ini. Pembangunan ini sisa kepemimpinan terdahulu. Kami audit dulu baru dianggarkan ulang," ujar Ahok, sapaan Basuki Tjahaja Purnama.

Ahok mengatakan, dia tidak ingin mengambil risiko adanya kesalahan dalam proyek tersebut. Menurut dia, hasil audit BPK nanti yang akan menentukan dana pembangunan jalan layang itu, apakah melalui tender ulang atau kucuran dana APBD 2013. (art)

TERKAIT
TERPOPULER