BISNIS

Bursa AS Masih di Level Tertinggi

Bursa AS mengambil napas sejenak, untuk bergerak lebih tinggi.
Selasa, 7 Mei 2013
Oleh : Iwan Kurniawan
Bursa Efek New York

VIVAnews - Bursa saham Amerika Serikat mengambil napas sejenak pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, atau Selasa dini hari. Wall Street sempat menyentuh rekor tertinggi pada penutupan Jumat.

Dikutip dari USAToday, berbagai indeks di bursa New York bergerak variatif. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 5,07 poin atau 0,03 persen ke level 14.968,89, S&P 500 naik 3,08 poin atau 0,19 persen ke posisi 1.617,5, sedangkan Nasdaq menguat 0,42 persen atau 14,34 poin menjadi 3.392,97.

Saham Bank of America memimpin reli pada saham bank besar. Berita bahwa Bank of America dan perusahaan asuransi obligasi, MBIA, yang telah menyelesaikan sengketa, mengangkat saham dua perusahaan tersebut. Harga saham MBIA melonjak 45 persen atau US$4,46 menjadi US$14,29, sedangkan Bank of America naik 5 persen atau 64 sen di level US$12,88.

Selain itu, laporan keuangan perusahaan pada kuartal pertama 2013 jauh lebih solid dibanding sebelumnya. Chief Investment Officer Palisade Capital Management, Dan Veru, menganalisis, ke depan berbagai perusahaan kaya yang memiliki uang tunai banyak akan cenderung melakukan aksi korporasi.

Aksi korporasi itu seperti merger untuk mendongkrak pendapatan perusahaan secara singkat. "Perusahaan ingin melakukan lebih banyak aksi korporasi dengan langkah yang efisien," katanya.

Sementara itu, Chief Macro Strategist Wells Fargo Advisor, Gary Thayer, memprediksi bursa AS tidak akan mengalami koreksi signifikan dalam jangka pendek, karena dukungan yang kuat dari para investor.

"Pasar AS saat ini telah merusak tradisi perdagangan selama 16 tahun untuk terus merangkak naik, dan ini merupakan tonggak perjalanan baru bagi para investor AS untuk mendukung pasar AS," katanya seperti dikutip dari CNBC. (art)

TERKAIT
TERPOPULER