BISNIS

SKK Migas: Tren Kinerja Hulu Migas Menggembirakan

Produksi migas Indonesia naik signifikan 2015, siapapun presidennya.

ddd
Jum'at, 10 Mei 2013, 13:24 Iwan Kurniawan
Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini.
Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini. (spe.org)

VIVAnews - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Alam (SKK Migas), Rudi Rubiandini, menyatakan bahwa setelah mengembalikan suasana kondusif pasca pembubaran BP Migas, kini tren kinerja operasi hulu migas telah menggembirakan. Hal itu disampaikan Rudi di Jakarta, Jumat 10 Mei 2013.

Realisasi produksi minyak periode Januari–April meningkat 1,6 persen, dari rata-rata 827 ribu barel per hari (bph) menjadi 840 ribu bph. Jumlah produksi sebesar itu bisa dicapai karena kerusakan peralatan produksi dapat ditekan, laju penurunan produksi alamiah juga dapat ditahan serta dapat direalisasikannya kegiatan pemboran yang lebih cepat dari jadwal dan adanya beberapa proyek minyak yang telah dapat diselesaikan.

"Pencapaian produksi ini mendukung pencapaian penerimaan Negara dari sektor hulu migas sebesar 99,9 persen," katanya dalam keterangan tertulis.

Proyeksi kedepan akan terdapat 5 proyek utama hulu migas yaitu IDD (Indonesian Deepwater Drilling) yang dioperasikan PT Chevron Pacific Indonesia; Proyek Minyak Lapangan Minyak Banyu Urip yang dioperasikan Exxon Mobil Cepu.

Selain itu, Proyek lapangan Gas Masela yang dioperasikan INPEX; Proyek Lapangan Gas Muara Bakau Jangkrik yang dioperasikan ENI, serta Lapangan Gas Tangguh Train III yang dioperasikan BP Indonesia.

"Kelima Proyek Utama tersebut akan memberikan tambahan produksi signifikan mulai tahun 2015, sehingga siapapun presidennya yang akan terpilih tahun 2014 akan mulai menikmati hasil dari proyek-proyek besar ini," kata Guru Besar ITB ini.

Ia menjelaskan pelaksanaan pembangunan proyek Banyu Urip secara keseluruhan telah mencapai 48,8 persen. Saat ini telah dimulai kegiatan pemboran 2 buah sumur dari 42 sumur yang direncanakan. Realisasi pencapaian produksi sebesar 165 ribu Bph sangat tergantung pada kelancaran kegiatan di lapangan yang saat ini terkendala Perda Pemda Bojonegoro No. 23 tahun 2012.

Untuk mencapai target produksi tahun 2013 sebesar 830 ribu – 850 ribu bph, dan untuk meningkatkan produksi di masa mendatang, telah dicanangkan tahun 2013 sebagai tahun pemboran. Untuk mensukseskan program tersebut dilakukan koordinasi untuk mempercepat perizinan yang dibutuhkan.

"Untuk menambah produksi pada jangka menengah 5-10 tahun ke depan, SKK Migas mendorong Kontraktor KKS menerapkan teknologi lanjutan (Enhance Oil Recovery)," katanya.

"Khusus pada Wilayah Kerja Pertamina yang menjadi harapan peningkatan produksi nasional, diusahakan agar segera dilakukan program kemitraan dengan pihak ke tiga. Mekanisme yang akan diterapkan adalah no cure no pay."



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com