BISNIS

BBM Naik, Pemerintah Siap Intervensi Harga Pangan

Antisipasi dampak inflasi dari kenaikan harga BBM bersubsidi.

ddd
Selasa, 14 Mei 2013, 11:46 Mohammad Adam, R. Jihad Akbar
Pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta.
Pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta. (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar diperkirakan akan menimbulkan infllasi hingga 1,6 persen.

"Kalau solar Rp 1.000 per liter, tambahan inflasinya 1,5 sampai 1,6 persen," ujar Hatta di kantornya, Jakarta 14 Mei 2013.

Dengan tekanan inflasi sebesar, Hatta melanjutkan, pemerintah sepakat untuk mengeluarkan paket-paket kebijakan guna meredam dampaknya di pasar. Salah satunya upaya intervensi pada harga pangan.

"Kami jaga inflasi pangan. Makanya kemarin saya putuskan intervensi daging, karena ingin menekan harga yang tidak normal sekarang ini," kata Hatta.

Sebelumnya, pemerintah menegaskan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan sama untuk jenis premium dan solar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, menyatakan perlu dibedakan antara premium dan solar. Premium diusulkan naik Rp2.000 per liter, sedangkan solar naik Rp1.000 per liter.

Keputusan kenaikan harga BBM bersubsidi ini masih menunggu hasil pembahasan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RUU APBN-P) 2013 antara pemerintah dan DPR RI bulan ini. (eh)

 

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
romychan
15/05/2013
Tdk perlu intervensi pangan dll. Jika ada inflasi pun cuma sementara saja. Yg penting jgn slalu bimbang & ragu ambil suatu keputusan.
Balas   • Laporkan
andikia3
14/05/2013
Yang perlu dipahami dari kenaikan BBM adlah untuk menyelamatkan APBN dan menjaga keseimbangan fiskal. Kenaikan BBM ini akan dibarengi dengan pemberian dana kompensasi utk rakyat miskin
Balas   • Laporkan
blondot2012
14/05/2013
Omong kosong....ngatur harga daging sa*pi aja sampai sekarang tidak bisa....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com