BISNIS

Chatib Basri: Dampak Kenaikan BBM Hanya 4 Bulan

Setelah itu akan berjalan normal, kata Ketua BKPM
Kamis, 16 Mei 2013
Oleh : Antique, Nina Rahayu
Antrean motor di sebuah SPBU.
VIVAnews - Wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kian menghangat. Bila jadi, kenaikan itu dikhawatirkan bakal menyebabkan naiknya pula harga pangan.

Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri dalam acara 'Citi Indonesia Economic and Political Outlook 2013' di Jakarta, Kamis 16 Mei 2013, meminta masyarakat untuk tidak terlalu khawatir. Sebab, dampak kenaikan harga BBM tidak akan berselang lama.

"Tidak perlu khawatir dengan penyesuaian harga BBM, karena dampaknya hanya sekitar tiga hingga empat bulan, dan setelah itu akan berjalan normal," kata Chatib.

Ia pun memastikan bahwa pemerintah akan memberikan kompensasi kepada masyarakat miskin dalam bentuk dana bantuan langsung tunai (BLT) atau sekarang bernama bantuan langsung sementara (BLSM) yang siap dicairkan

"Itu paling penting, adjustment subsidi bisa tepat untuk kelompok yang miskin. Kalau subsidi BBM yang menikmati kelas atas, jelas tidak akan sesuai," ujar Chatib.

Sementara itu, dari sisi inflasi, Chatib memprediksikan bahwa kenaikan harga BBM akan mendorong inflasi di level 2,8 persen hingga tiga persen. "Jadi, keseluruhan tujuh persen sampai akhir tahun. Tapi masyarakat akan bisa menyesuaikan hal itu," jelasnya. (ren)
TERKAIT
TERPOPULER