BISNIS

Anggaran Pemeliharaan Jalan Nasional di Jawa Naik Rp200 Miliar

Jalur Pantura dinilai kelebihan beban.

ddd
Jum'at, 17 Mei 2013, 15:45 Mohammad Adam, Alfin Tofler
Sejumlah kendaraan memadati jalur utama pantura ketika melintas di kawasan Tugu, Semarang, Jawa Tengah,
Sejumlah kendaraan memadati jalur utama pantura ketika melintas di kawasan Tugu, Semarang, Jawa Tengah, (ANTARA/R. Rekotomo)

VIVAnews - Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun ini menganggarkan Rp3,6 triliun untuk memperbaiki jalan nasional yang ada di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V, Kementerian Pekerjaan Umum, Masrianto, Jumat 17 Mei 2013, menjelaskan bahwa anggaran ini untuk memperbaiki dan merawat jalan 3.569 kilometer di Provinsi Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

"Alokasi dana ini meningkat sekitar Rp200 miliar dibanding tahun lalu," ujar Masrianto dalam keterangan tertulis.

Alokasi dana itu antara lain sebesar Rp1,2 triliun untuk pemeliharaan jalan nasional di Jawa Timur sepanjang 2.000 km, jalan nasional di Jawa Tengah 1.200 km senilai Rp2,1 triliun, dan jalan nasional di Yogyakarta sepanjang 369 km senilai Rp400 miliar.

Selain itu, Masrianto menambahkan, dana itu akan digunakan untuk membiayai pembangunan jalan tol Solo-Kertosono sepanjang 20 km yang diharapkan selesai konstruksi pada akhir tahun ini. Pihak swasta dilibatkan dalam proyek tol ini.

Jawa Tengah Paling Besar
Menurut Masrianto, alokasi anggaran pemeliharaan di Jawa Tengah merupakan yang terbesar di antara seluruh Jawa. Karena, beban jalan Pantai Utara atau kerap disebut Pantura adalah yang paling banyak penanganannya akibat kerap dilalui kendaraan besar dan bermuatan berat.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum, Danis H Sumadilaga, menambahkan, arus lalu lintas dan logistik melalui akses infrastruktur darat di Pulau Jawa mencapai 90 persen.

Dari jumlah itu, sekitar 85 persen menggunakan jalan nasional Pantura dan 5 persen memakai jalur kereta api. Akibatnya, jalan nasional di Pulau Jawa itu kelebihan beban.

"Perlu ada transportasi lain guna mengurangi beban jalan Pantura," kata Danis.

Menurut Danis, jalan tol Trans Jawa yang menghubungkan Jakarta hingga Surabaya dinilai dapat mengurangi beban jalan Pantura hingga 60 persen.

Apalagi jika dengan terealisasinya jalur ganda (double track) kereta api di Jawa yang akan merelokasi beban logistik dari kendaraan trailer ke kereta api. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com