BISNIS

Ini Asumsi Makro R-APBN Perubahan 2013

Pemerintah turunkan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

ddd
Rabu, 22 Mei 2013, 15:05 Iwan Kurniawan, R. Jihad Akbar
Menteri Keuangan, Chatib Basri.
Menteri Keuangan, Chatib Basri. (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - Pemerintah mulai membahas berbagai asumsi makro dalam Rancangan APBN Perubahan 2013 bersama dengan DPR-RI. Menteri Keuangan Chatib Basri hari ini menyatakan perubahaan anggaran negara untuk mengamankan pelaksanaan APBN 2013.

"Sekali lagi saya tegaskan, langkah ini bukan untuk menambah belanja negara tetapi terkait pelaksanaan APBN 2013," kata Chatib dalam Rapat dengan Badan Anggaran DPR, Jakarta.

Dia memaparkan ada beberapa hal yang direvisi pemerintah untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional. Pemerintah merubah defisit anggaran dari 1,65 persen terhadap PDB menjadi 2,48 persen. Pertumbuhan ekonomi juga diturunkan dari 6,8 persen menjadi 6,2 persen dalam R-APBNP 2013.

Kemudian inflasi diperkirakan naik dari 4,9 persen menjadi 7,2 persen, didorong oleh krisis ekonomi global serta rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

"Tanpa penyesuaian harga BBM, inflasi juga bisa mencapai 5,8 persen jadi jauh dari target awal," ungkapnya.

Sementara itu, harga minyak indonesia (ICP) juga dirubah menjadi US$108 per barel dari US$ 100 per barel. Lalu lifting minyak dikurangi menjadi 840 ribu barel per hari dari sebelumnya 900 ribu barel per hari. Sedangkan, lifting gas dari 1.360 menjadi 1.240 ribu barel setara minyak.

Tingkat suku bunga SPN 3 bulan tetap dipatok sebesar 5 persen oleh pemerintah, tetapi asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS direvisi dari Rp9.300 per dolar AS menjadi menjadi Rp 9.600 per dolar AS.

"stabilitas makro hanyalah alat untuk penciptaan tenaga kerja demi kesejahreraan masyarakat, kalau alat ini terganggu maka susah dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan," katanya. (ren)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com