BISNIS

ESDM: Investigasi Longsor Freeport Kelar Dua Bulan

"Semua pegawai Freeport dimintai keterangan."
Senin, 27 Mei 2013
Oleh : Iwan Kurniawan, Arie Dwi Budiawati
Petugas penyelamat PT Freeport Indonesia berupaya menyelamatkan para pekerja yang masih tertimbun di terowongan Big Gossan, Papua, 21 Mei 2013 lalu.
VIVAnews - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo, Senin 27 Mei 2013, menyatakan proses investigasi oleh tim independen yang diketuai oleh dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) akan selesai dalam dua bulan mendatang.

Ia menjelaskan, tim independen tersebut terdiri atas akademisi tiga orang, pakar tambang, serta dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Mereka rapat terus-menerus, contoh batuan dikirim ke Bandung. Semua pegawai Freeport itu dimintai keterangan," kata Susilo saat ditemui di Kementerian ESDM.

Tim investigasi independen ini untuk mengetahui apakah longsor di tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia yang menewaskan 28 orang itu terjadi akibat peristiwa alam seperti terjadi deformasi (perubahan bentuk, posisi, dan dimensi dari suatu benda) atau adanya kelalaian.

Tambang bawah tanah Freeport Indonesia, dia melanjutkan, tidak berada di daerah vulkanik. Lokasi longsor pun berada di daerah eksplorasi dan jauh dari daerah penambangan utama Freeport Indonesia.

"Daerah tersebut digunakan hanya untuk training sebagai penyegaran, aksesnya tertutup," katanya. (art)
TERKAIT
TERPOPULER