BISNIS

Program Investasi Dana Sedekah yang Ditawarkan Ustaz Yusuf Mansur

"Mimpinya mah gede, pengen beli (ulang) Indonesia."

ddd
Jum'at, 19 Juli 2013, 12:07 Antique
Ustaz Yusuf Mansur.
Ustaz Yusuf Mansur. (http://duasebelas90.wordpress.com)
VIVAnews - Ustaz Yusuf Mansur mengajak jemaah dan umat Islam umumnya untuk mengikuti produk Sedekah Produktif atau Patungan Usaha yang bertujuan bagi kebaikan umat. 

Seperti dikutip dalam situsnya, Jumat 19 Juli 2013, Ustaz Yusuf Mansur mengaku bahwa gagasan besar dari investasi dana sedekah itu sederhana. Yaitu, dirinya ingin mengumpulkan umat Muslim di Tanah Air bersama-sama dalam mewujudkan sesuatu yang lebih besar. 

"Saya ingin mengumpulkan saudara-saudara setanah air, buat beli perusahaan asuransi, bank, tambang, dan lain-lain. Termasuk televisi, he he he. Mimpinya mah gede, pengen beli (ulang) Indonesia. Nah, saya mau mulai aja dulu dengan mengajak patungan. Belom tahu buat apa. Ngukur aja dulu," tuturnya.

Dalam mendukung langkah tersebut, Yusuf Mansur menawarkan jemaah dan umat Islam yang tertarik dalam empat program, yaitu Patungan Usaha, Sedekah Sawah, Patungan Aset, dan Sahabat Yusuf Mansur.

Dalam Sedekah Sawah, menurut dia, bertujuan untuk membantu negara dalam mencetak tambahan lahan sawah, selain untuk mengamankan nasib petani dan menghindari terjadinya fluktuasi harga padi.

Namun, dia mengungkapkan, saat ini usaha patungan yang dirintisnya masih diperkokoh dari sisi legal, sistem, dan administrasinya, agar sesuai peraturan pemerintah. Namun begitu, dia terus bergerak mengajak jemaah untuk ikut serta dalam gerakan dakwah ekonomi tersebut.

Dia percaya bahwa dengan berjemaah, bersatu, bersama-sama, banyak hal kecil akan menjadi sesuatu yang besar.

Sedekah Produktif, menurut dia, adalah sedekah yang tidak langsung habis dibagikan untuk fakir miskin, warga duafa, anak yatim, dan kaum lainnya yang selama ini menjadi target sedekah. Dana ini diputar dulu untuk berbagai kegiatan ekonomi. Tujuannya: untuk mengangkat lebih banyak mustahik jadi muzakki.

Lewat Sedekah Produktif, nilai dana bakal membesar, jauh lebih besar dari nilai dana sedekah awal. Ini karena dana itu digerakkan, diputar, dan diusahakan.

"Asas Sedekah Produktif adalah prudent, safe, dan tentu saja sangat diusahakan dan diperhatikan agar tidak menabrak sesuatu atau sektor-sektor usaha yang dilarang agama dan negara," ujar Yusuf Mansur. "Kita jalan pelan-pelan. Dengan langkah kecil kita, insya Allah, Allah yang akan menyempurnakannya."

Dalam sistem yang digagasnya ini, ungkap Yusuf, jemaah dituntut untuk lebih ikhlas lagi bersedekah. Jika dalam patungan usaha ada bagi hasil dan pengembalian dana, dalam Sedekah Produktif tidak ada--meski dana tersebut terus digerakkan, digulirkan, diusahakan, dan kelak semakin membesar.

"Tapi jangan khawatir. Return (pahala) dari Allah pastinya akan jauh lebih besar, dan nggak ada yang mengalahkan. Sepuluh kali lipat, hingga 700 kali lipat, dan terus bertambah, nggak cuma sekali. Terus-terusan, hingga yaumil hisab nanti. Masya Allah, dah," katanya.

Dalam hadits riwayat Al-Bukhari dinyatakan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan seorang hamba Allah bukan hanya akan dibalas dengan satu kebaikan. Karena kemurahan Allah, itu akan dibalas dengan 10 kebaikan, bahkan bisa berlipat hingga 700 kali.

Yusuf memberikan contoh. Dengan dana sedekah Rp20 ribu, kita bisa membeli dua gelas air mineral dan beberapa botol air mineral berukuran kecil. Bayangkan, jika 10 juta orang bersedekah berjemaah, masing-masing Rp20 ribu. Jumlahnya akan menjadi Rp200 miliar.

Nah, apa yang bisa dilakukan dengan dana Rp200 miliar tersebut?

Banyak. Bisa bikin 10 pabrik air mineral besar di 10 kota besar, lengkap dengan armada truk, lahan, dan bangunan permanennya.

"Sekarang bayangkan kalau 10 juta orang bergabung secara bulanan, berarti satu tahun bisa terkumpul dana Rp2,4 triliun. Itu bisa bikin ratusan Bank Perkreditan Rakyat Syariah di ratusan kota, atau bisa masuk sebagai pemegang saham di salah satu bank swasta nasional. Keren, dah," sang ustad berpromosi.

Bukan hanya itu, menurutnya, dengan skema ini Yusuf hakulyakin bisa membeli perusahaan minyak dan gas, asuransi, stasiun televisi, kebun teh, lahan properti, hingga pesawat terbang. Karena itulah, visi misi dari program yang digagasnya ini dia sebut juga dengan gerakan "Membeli Ulang Indonesia".


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
candy911
22/07/2013
Niat yang baik, konsep syariah bersama2 dari umat, oleh umat untuk umat. Hanya saja, bgmn cara ikut berbisnis semua lini tsb tanpa kena unsur riba? Jg bgmn pembagian investnya serta ikut regulasi negara. Knp tdk dr hal kecil & nyata dulu? Anak jalanan,dll
Balas   • Laporkan
pop282007
19/07/2013
mimpi yang bagus. Bermimpilah..karena Tuhan akan memeluk mimpi2mu.. Hati2 permainan licik oleh para pebisnis asli yg merasa tersaingi..
Balas   • Laporkan
hunter12
19/07/2013
bagus si idenya tapi pasti para pengusaha besar pada ketakutan dan melakukan perbuatan" curang
Balas   • Laporkan
Endang suryadi
19/07/2013
Insyah allah tercapai pk ustadz kita akan merasakan indonesia yg sejahtera....allahu akbar.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com