BISNIS

DBS Batal Akuisisi Danamon, Ini Kata Bank Indonesia

BI Mengajukan dua syarat jika DBS mau akuisisi Bank Danamon.

ddd
Kamis, 1 Agustus 2013, 16:50 Iwan Kurniawan, Nina Rahayu
Kartu debit Manchester United, salah satu produk Bank Danamon.
Kartu debit Manchester United, salah satu produk Bank Danamon. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
VIVAnews - Bank Indonesia menghargai keputusan DBS Groups Holding Ltd Singapura yang batal mengakuisisi 57,37 persen saham PT Bank Danamon Tbk melalui Fullerton Financial Holdings Pte Ltd.

Direktur Eksekutif Departemen Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi A. Johansyah, Kamis 1 Agustus 2013, menyatakan telah bertemu dengan perwakilan DBS Group dan menyatakan perjanjian jual beli yang berakhir pada 1 Agustus 2013 tersebut tidak diperpanjang lagi.

"DBS-Danamon, itu adalah haknya mereka dan semata-mata bisnis mereka. Kita menerima keputusan mereka dan kita hormati hak mereka," kata Difi ketika dikonfirmasi di Gedung BI Jakarta.

Setelah perjanjian dibatalkan, Bank Indonesia akan fokus untuk mengembangkan industri perbankan Indonesia, khususnya bank-bank lokal agar dapat bersaing di tingkat global.

Seperti diketahui, pada akhir 2012, DBS Groups mengajukan akuisisi 67,37 persen saham Bank Danamon yang dimiliki oleh Fullerton melalui Asia Financial. Dana yang disiapkan untuk aksi koorporasi mencapai US$7,2 miliar. Jika transaksi itu terjadi, maka DBS akan menjadi pemegang saham mayoritas Bank Danamon.

Bank Indonesia lalu mengeluarkan aturan mengenai batas kepemilikan saham oleh lembaga keuangan asing hanya sebesar 40 persen. BI juga menginginkan Otoritas Moneter Singapura untuk menjalankan asas resiprokal, dengan mengizinkan perbankan Indonesia untuk membuka cabang di negeri Singa tersebut. (asp)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com