BISNIS

Rupiah Tahun Depan Dipatok Rp10.500

DPR dan pemerintah akhirnya menyepakati asumsi makro 2014.
Jum'at, 30 Agustus 2013
Oleh : Antique, Nina Rahayu
Tumpukan uang kertas rupiah pecahan Rp100 ribu.
VIVAnews - Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah akhirnya menyepakati asumsi makro 2014, dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR dengan Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Menteri/Kepala Bappenas, dan Kepala Badan Pusat Statistik.

Rapat antara DPR dan pemerintah, semalam, memutuskan asumsi pertumbuhan ekonomi 2014 sebesar 6,0 persen, tingkat inflasi 5,5 persen, suku bunga relatif 5,5 persen, dan nilai tukar rupiah sebesar Rp10.500 per dolar Amerika Serikat.

Sebelum mencapai kesepakatan tersebut, beberapa partai memberikan koreksi atas usulan perubahan asumsi. Terutama, pada asumsi nilai tukar. Partai Golkar mengusulkan perubahan asumsi pada nilai tukar rupiah yaitu sebesar Rp10.500/dolar AS. Sedangkan Partai Amanat Nasional, memberikan koreksi dan usulan perubahan pada asumsi nilai tukar rupiah di posisi Rp9.800/dolar AS.

Sementara itu, Partai Demokrat mengusulkan perubahan di tiga asumsi yakni pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah, dan tingkat inflasi. Partai tersebut, mengusulkan 6,1 persen untuk asumsi pertumbuhan ekonomi, Rp10.500/dolar AS untuk asumsi nilai tukar, dan 5,5 persen untuk tingkat inflasi. Sedangkan untuk asumsi suku bunga, relatif diusulkan tetap sebesar 5,5 persen. (sj)
TERKAIT
TERPOPULER