BISNIS

Holcim Akuisisi Pabrik Semen di Asia

Untuk mendukung hal itu perseroan akan meminta persetujuan pada RUPS Mei mendatang.

ddd
Rabu, 1 April 2009, 13:43 Antique
Pabrik Semen Holcim
Pabrik Semen Holcim (holcim.es)

VIVAnews - PT Hocim Indonesia Tbk (SMCB) dikabarkan bakal mengakuisisi pabrik semen di negara Asia Tenggara dalam waktu dekat.

Sumber VIVAnews mengatakan, rencana perseroan tersebut bakal direalisasikan tahun ini. Sebab, selain emiten memiliki dana besar, hal itu sudah pernah disinggung saat berencana membangun pabrik semen sendiri.

"Pemengang saham kabarnya sudah menyetujui langkah itu," jelasnya di Jakarta, Kamis, 11 Desember 2008.

Corporate Communication Manager Holcim Indonesia Budi Primawan mengakui, adanya rencana akuisisi tersebut oleh perseroan. "Kami akan mengakuisisi pabrik semen di Malaysia," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu, 1 April 2009. 

Dia mengakui, untuk mendukung hal itu perseroan akan meminta persetujuan pada para pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Mei mendatang, meski dewan komisaris sudah memberikan lampu hijau.

"Kami juga memberitahukan rencana akuisisi itu pada Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan)," kata Budi.

Per 31 Januari 2008, Holderfin B.V menguasai saham berkode SMCB sebanyak 77,33 persen dan sisanya dimiliki publik.

Pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2009, SMCB ditutup stagnan di level Rp 550. Broker PT Supra Securinvest dengan kode broker SS tercatat sebagai broker yang paling banyak mengoleksi saham Holcim Indonesia.

Ikhsan Binarto, analis PT Optima Securities berpendapat, langkah ekspansi bisnis ke mancanegara itu bakal meningkatkan kapisitas produksi dan pangsa pasar Holcim. Sebab, hal itu merupakan cara perseroan untuk terus mendongkrak kinerjanya. 

Dia mengakui, aksi korporasi tersebut juga akan berimbas positif pada pergerakan saham perseroan di lantai bursa. "Jadi, akumulasi beli SMCB," ujar Ikhsan.
 
Sementara itu, sampai akhir 2008, laba bersih perseroan meningkat 67 persen menjadi Rp 282,22 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 169,41 miliar.

Penjualan Holcim juga naik sebesar 28 persen menjadi Rp 4,80 triliun dari tahun sebelumnya Rp 3,75 triliun.

Sedangkan, beban pokok penjualan hanya naik sekitar 18 persen, sehingga laba kotor perusahaan mencatat peningkatan tinggi sebesar 48 persen menjadi Rp 1,87 triliun.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com