BISNIS

Prediksi Ekonomi Indonesia

Pengangguran dan Kemiskinan Tinggi di 2010

Penganguran diperkirakan sebesar 8-12 persen dan kemiskinan 12-14 persen. Mengapa?

ddd
Minggu, 2 Agustus 2009, 15:45 Elin Yunita Kristanti, Nur Farida Ahniar
foto ilustrasi kemiskinan
foto ilustrasi kemiskinan  

VIVAnews - Asumsi pertumbuhan ekonomi 2010 sebesar 5 persen dalam RAPBN 2010 diperkirakan tidak cukup untuk menyerap seluruh tenaga kerja yang memasuki usia kerja.

Tahun depan diperkirakan tingkat pengangguran dan kemiskinan masih tinggi yaitu penganguran sebesar 8-12 persen dan kemiskinan 12-14 persen.

Menurut Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence Sunarsip, fokus utama RAPBN 2010 adalah stabilitas ekonomi. Pemerintah hanya akan menetapkan pertumbuhan 5 persen untuk tahun depan. Menurutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia belum maksimal karena Indonesia mempunyai potensi yang besar.

“Dengan pertumbuhan 5 persen, tidak cukup untuk menyerap seluruh tenaga kerja, sehingga pengangguran dan kemiskinan masih akan tinggi,” kata dia di Jakarta Minggu 2 Agustus 2009.

Selain itu, lanjut dia, APBN 2010 belum melihat realitas ekonomi global karena masih merujuk keberadaan ekonomi AS, sementara ekonomi Cina kurang dijadikan rujukan sebagai analisis situasi.

Inflasi tahun depan diperkirakan mencapai 4-6 persen, dan suku bunga SBI sebesar 5-7 persen. Defisit APBN akan dijaga pada kisaran 1-2 persen. Kurs rupiah dikisaran 9.700-10.200 per Dollar AS. Suku bunga Bank Indonesia diperkirakan mencapai 5-7 persen.

Dia menduga pada 2010 sulit di jaga di kisaran 6 persen karena seiring membaiknya ekonomi diperkirakan akan terjadi outflow, sehingga BI harus mewaspadai potensi tersebut. SBI 6 persen adalah target dari pemerintah, namun sebaiknya BI harus menggunakan patokannya sendiri karena adanya ancaman outflow. Selain itu, BI Rate yang semakin rendah di 2010 tidak akan menjadi hal yang menarik bagi investor.

Pemerintah masih akan melanjutkan sejumlah program sundsidi dalam rangka mejaga daya beli masyarakat miskin, meskipun besaran subsidi akan berkurang dan mekanismenya akan berubah dari subsidi harga ke targeted subsidi.

“Hal ini dikarenakan pemerintah nampaknya akan menerapkan harga BBM ke mekanisme pasar,” katanya.

Pemerintah juga akan melanjutkan stimulus fiskal meski nilainya tidak signifikan untuk mendukung stimulus fiskal yang sudah direncanakan pada 2009. Perintah juga harus melakukan revitalisasi industri, terutama industri  manufaktur.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
mas bogi
02/01/2010
berhubung Anngota dewan gubernur BI masih ada yang suka bermain portofolio investasi jadi semua pertumbuhan ekonomi yang diramalkan BI tidak kredibel.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com