BISNIS

Newmont, Tambang Tembaga yang Jadi Rebutan

Pada akhir 2004, cadangan tembaga sebesar 6,3 miliar pon dan cadangan emas 7,2 juta ons.

ddd
Senin, 3 Agustus 2009, 12:26 Hadi Suprapto
Konsentrator Batu Hijau, Sumbawa, milik PT Newmont Nusa Tenggara
Konsentrator Batu Hijau, Sumbawa, milik PT Newmont Nusa Tenggara (Newmont )

VIVAnews - PT Newmont Nusa Tenggara namanya kian menggaung pasca Panel Arbitrase Internasional memvonis perusahaan tambang tembaga dan emas itu harus melepas sahamnya ke pihak nasional.

Berdasarkan putusan itu, Newmont harus melepaskan sahamnya sebesar 17 persen, dengan rincian 10 persen untuk pemerintah daerah dan 7 persen untuk pemerintah pusat. Divestasi ini terdiri dari divestasi 2006 (3 persen), kewajiban 2007 (7 persen), dan kewajiban 2008  (7 persen).

Meski putusan arbitrase persis dengan perjanjian kontrak karya yang ditandatangani pada 1986, sejumlah perusahaan telah menyatakan minatnya membeli saham divestasi itu. Bahkan Kementerian BUMN tengah menanti ketok palu Menteri Keuangan untuk mengeksekusi 14 persen saham Newmont, termasuk saham divestasi 2009, sebesar 7 persen.

Bahkan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah membentuk perusahaan patungan dengan PT Multicapital. Perusahaan patungan itu diberinama PT Multi Daerah Bersaing. Tujuannya, Multi Daerah Bersaing akan membeli 10 persen saham divestasi Newmont jatah pemerintah daerah.

PT Multicapital merupakan anak usaha PT Bumi Resources Tbk. Perusahaan investasi di bawah naungan perusahaan tambang batu bara. Bumi melalui Multicapital akhirnya berhasil membentuk konsorsium dengan pemerintah daerah, meski awalnya Bumi tidak meminati Newmont Nusa Tenggara.

Sejumlah perusahaan BUMN juga menyatakan minatnya. Baik secara terpisah maupun konsorsiumPT Aneka Tambang Tbk dan PT Timah Tbk juga pernah menyatakan minatnya. Meski lagi-lagi terbatas masalah dana.

Selain itu, sejumlah perusahaan swasta juga menyatakan minatnya. Media Group & Sinar Tambora, kedua perusahaan ini terakhir memasukan penawaran kepada pemerintah daerah. Pemerintah daerah akhirnya memenangkan Multicapital.

PT Smawa Rea juga menyatakan minatnya. Perusahaan yang diklaim dikelola putera daerah Sumbawa ini siap mendanai sendiri dalam akuisisi saham Newmont.

Nama lain perusahaan yang minat dengan Newmont adalah Valco Corporation. Perusahaan tambang yang bermarkas di Jakarta ini dipimpin M Hadi Bil'id yang juga ketua Komite Tetap Hulu Migas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

PT Triwira Insanlestari Tbk juga dikabarkan minat. Menurut sumber VIVAnews, perseroan berencana membeli saham Newmont karena dikabarkan bakal mendapatkan suntikan dana dari investor asing.

Lalu, apa yang diburu perusahaan-perusahaan untuk mengambil Newmont? Newmont Nusa Tenggara memiliki konsesi tambang tembaga Batu Hijau di Kecamatan Jerweh, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Newmont memiliki konsesi ini berdasarkan Kontrak Karya yang ditandatangani pada Desember 1986. 

Namun, Newmont baru menemukan cebakan Batu Hijau pada 1990. Pengkajian dilakukan hingga 1997. Konsstruksi dimulai pada 1997 dan selesai pada 2000. Pada tahun itu, produksi perdana dimulai.

Pada akhir 2004, cadangan tembaga sebesar 6,3 miliar pon dan cadangan emas 7,2 juta ons. Perkiraan cadangan tersebut yang secara ekonomis layak ditambang. Diperkirakan cadangan mineral akan habis pada 2027. Saat itu, penutupan tambang dimulai.

Pada 7 tahun pertama produksi, total penambangan bebatuan di Batu Hijau hingga lebih dari 200 juta ton per tahun. Atau, setiap harinya, Newmont menambang hingga 600 ribu ton. 

Namun pada 2008 dan 2009, bebatuan yang ditambang akan menurun menjadi 177 juta ton dan 119 juta ton. Ini akibat belum keluarnya izin pinjam pakai lahan dari Departemen Kehutanan yang digunakan untuk membuang batu sisa tambang.

Dari bebatuan itu, Newmont mendapatkan biji olahan 42 - 49 juta ton per tahun. Kadar tembaga dalam kandungan biji olahan ini dari tahun ke tahun berbeda. Pada 2009, kadar tembaga mencapai 0,60 persen, kadar emas 0,49 gram per ton, dan kadar perak 1,40 gram per ton.

Produksi metal Newmont sepanjang 2009 diperkirakan 455 juta pound (453,6 gram) tembaga, 486 ribu ons (31,1 gram), dan 1,49 juta ons perak. Lebih tinggi dibandingkan produksi 2008, sebanyak 284 juta pound tembaga, 269 ribu ons emas, dan 919 ribu perak.

Produksi tertinggi terjadi pada 2004, waktu itu, Newmont memproduksi 717 juta pound tembaga, 719 ribu ons emas, dan 2,26 juta ons perak. 

Newmont memiliki empat dermaga. Dermaga kargo umum dengan kedalaman 12 meter dan kapasitas bongkar muat 180 ribu ton per tahun. Dermaga muat konsentrat yang memiliki kedalaman 13 meter, dan kapasitas bongkar muat 787 ribu ton per tahun.

Dermaga batu bara dengan kedalaman 6 meter dan kapasitas 443 ribu ton per tahun. Terakhir, dermaga dan terminal penumpang dengan kapasitas 116 ribu orang per tahun. 

Untuk mendukung sistem kelistrikan, Newmont memiliki pembangkit 157 megawatt, yang terdiri dari PLTU 4x28 megawatt dan Pembangkit Tenaga Diesel 9x5 megawatt.

Fasilitas lain, gudang penyimpanan konsentrat emncapai 95 ribu ton konsentrat kering, dan gudang penyimpanan bahan bakar sebanyak 21 juta liter. Dengan kondisi seperti ini, wajarkah Newmont dihargai US$ 3,526 miliar? hadi.suprapto@vivanews.com



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com