BISNIS

Menuangkan Ide dalam Rencana Bisnis

Hal penting dalam rencana bisnis adalah membuat orang tertarik dengan ide yang ditawarkan.

ddd
Selasa, 11 November 2008, 14:47
Irman A Zahiruddin, Ketua CWMA
Irman A Zahiruddin, Ketua CWMA (Dokumentasi CWMA )

Rubrik Konsultasi Wealth Management diasuh oleh sejumlah konsultan seperti konsultan dari Certified Wealth Managers Association (CWMA) dan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI). Pembaca dapat mengirimkan pertanyaan atau berkonsultasi seputar masalah  wealth management dan reksa dana.  Pertanyaan dapat dikirim lewat email: redaksi@kanalone.com, surat dialamatkan ke redaksi Vivanews.com di Menara Standard Chartered Lt. 31, Jl. Prof. Dr. Satrio No. 164, Casablanca, Jakarta atau Fax. 62-21 25532563.

-------------------------------------------------

PADA tulisan sebelumnya dijelaskan mengenai sumber-sumber pinjaman pribadi di luar perbankan, sebelum seseorang memulai usaha. Ada tiga sumber untuk mendapatkan pinjaman pribadi, yakni saudara, teman, kenalan (business acquitance), dan angel investors atau investor yang benar-benar membantu tanpa imbalan apa pun.

Sedangkan pada tulisan kedua dijelaskan mengenai keuntungan bagi peminjam, pemberi dana, dan bagaimana mengidentifikasi pemberi dana yang potensial.

Selanjutnya, pada bagian ketiga ini akan diulas mengenai hal-hal penting dalam perencanaan bisnis dan faktor-faktor yang memicu keraguan.

Ada tiga hal penting dalam perencanaan bisnis:
Harus Tertulis: Kita harus bisa mengekspresikan ide di atas kertas agar pembaca tertarik dengan konsep/ide yang ada. Mungkin saudara kita tidak tertarik untuk melihat perencanaan bisnis, karena emotional bonding-nya lebih kuat. Tapi, pada umumnya, mereka yang sudah pernah menjalankan usaha, pasti akan menanyakan perencanaan bisnisnya.
   
Plan Your Loan: Di dalamnya harus dipikirkan dengan matang:
1. Apa kegunaan dari pinjaman tersebut.
2. Berapa bunga yang dapat diberikan.
3. Jangka waktu pembayaran.
4. Kapan pembayarannya.
5. Metoda pembayaran apa yang akan dilakukan

Siapkan surat untuk pemberi pinjaman: Selalu lebih baik menindaklanjuti pinjaman dengan surat. Surat tersebut berisikan ringkasan dari pinjaman tersebut dan proposal pinjaman yang diinginkan dengan gaya bahasa yang baik dan profesional. Surat resmi seperti ini juga bisa dipakai sebagai cover letter pada saat mengirim perencanaan usaha kepada kenalan yang tertarik.

Begitu kita sudah ada perencanaan usaha yang baik, sekarang saatnya dipresentasikan perencanaan usaha ke target investor. Ada yang kita sebut “Elevator Speech” dan juga yang namanya “Kitchen Table Pitch”.

Elevator Speech: Kita hanya ada 20 detik untuk mengatakan maksud dan tujuan dari proposal. Oleh karena itu, presentasinya harus ringkas, tegas, dan fokus ke tujuan.

Kitchen Table Pitch: Biasanya kalau kita makan di ruang makan, kondisinya selalu formal. Nah, kalau makan di meja dapur, biasanya relaks dan informal. Dalam konteks saudara, teman dekat/kerabat dan kenalan, mungkin pendekatan informal lebih baik digunakan.

Ada beberapa syarat terkait itu:
Harus se-comfortable mungkin: cari tempat dan waktu yang cocok dengan relationship yang sudah ada selama ini.

Harus Compelling: Kita harus menguasai perencanaan bisnis dan menunjukkan komitmen serta kerja keras untuk menyukseskan usaha ini. Bila perlu, bawa mock up, drawing lay out dan lain-lain untuk menambah ketertarikan orang.

Pembicaraan harus mengarah ke perjanjian: natural sequence-nya adalah, bicarakan cara umum tentang rencana bisnis dan idenya. Bilang bahwa perlu dana sebesar xx dan beritahukan opsi pendanaannya apa saja. Tanyakan apakah dia tertarik, dan kenapa kita memilih dia.

Selanjutnya, tanyakan apakah dia tertarik untuk dikirimi ringkasan dari pembicaraan (termasuk rencana bisnis) untuk dipelajari lebih lanjut dan ke mana dialamatkan proposal tersebut.

Meski demikian, ada dua hal utama yang menjadi keraguan: Takut hubungan yang sudah terjalin menjadi rusak dan uang tidak kembali.

Namun, setelah terjadi kesepakatan, berikutnya adalah:
Setuju dengan term-term yang telah disepakati dan siapkan promisory notes: is a borrower promise to pay back with all conditions as per agreed interest rates, whether the loan will be secured, type of repayment (gradual, seasonal, fixed overtime, etc)

Close the deal: The borrower signed the promissory notes, and the lender disburse the money.

Begin re payment: jangan lupa mengingat promissory notes karena biasanya isinya tidak hanya tanggung jawab, tapi juga apa penalti jika kita tidak membayar, dan sebagainya. Lalu, create a payment schedule, pay on time, dan create year end reports.

Kalau dalam perjalanan terjadi masalah, komunikasi dengan pemberi pinjaman. Salah satu primary benefit dari private loan adalah fleksibilitasnya. Berikut ini ada beberapa solusi terhadap repayment difficulties:

Forgive the payment: Lupakan satu kali pembayaran.
Skip a payment: Pembayaran akan dilakukan mundur 1 bulan.
Spread out the payment: Pembayaran yang lewat dibagi ke sisa bulan pembayaran.
Restructure the loan: Promissory note dibuat baru sesuai kesanggupan pembayaran.

Irman A Zahiruddin, CWM

Ketua CWMA



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com