BISNIS

PDIP: Tak Ada hubungan Koalisi atau Oposisi

Apakah PDIP kini sudah berkawan dengan Demokrat?
Minggu, 4 Oktober 2009
Oleh : Ita Lismawati F. Malau, Mohammad Adam
Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufiq Kiemas

VIVAnews - Terpilihnya Taufiq Kiemas menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 2009-2014 tak berkaitan sama sekali dengan sikap politik PDI Perjuangan terhadap pemerintahan.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, saat dihubungi VIVAnews. Masuknya PDIP dalam pimpinan MPR, kata dia, tak ada kaitannya dengan koalisi atau oposisi.

"Ini merupakan proses kelembagaan di MPR," kata Hasto, Minggu 4 Oktober 2009.

Hasto mengatakan Taufik Kiemas terpilih sebagai Ketua MPR secara aklamasi. Itu menunjukkan dukungan yang kuat terhadap tokoh senior PDIP itu.

"Ketrampilan berpolitiklah yang menyebabkan kami bisa berhasil, yang dibuktikan seberapa besar kekuatan yang dimiliki partai," kata Hasto.

Ketika ditanya mengenai apakah PDIP kini sudah berkawan dengan Demokrat, Hasto menjawab bahwa hal itu sesuatu yang wajar dalam politik di parlemen. Pada kenyataannya ada Melani Lemeina Suharli
(Demokrat) dan Hajrianto Thohari (Golkar) sebagai Wakil Ketua MPR, sehingga itu menunjukkan bahwa antara Demokrat, PDIP, dan Golkar memang saling membutuhkan dalam paket pimpinan MPR itu.

"Yang penting tidak mengaburkan semangat untuk menegakkan konstitusi yaitu Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila seperti yang selama ini kita perjuangkan. Dan parlemen seperti MPR dan DPR kan merupakan benteng untuk menjaga amanah konstitusi itu," kata Hasto.

Hasto juga menepis anggapan yang menyatakan DPD kurang terakomodir di dalam komposisi paket pimpinan MPR yang diketuai Taufik Kiemas. Meski diketahui Farhan Hamid merupakan aktivis Partai Amanat Nasional, namun kata Hasto, Farhan dimasukkan dalam paket pimpinan karena kapasitasnya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Meski anggota DPD yang hadir yang 25 orang, namun menurut Hasto itu sudah mewakili suara sah secara politik dalam pemilihan yang berlangsung secara terbuka. Meski anggota DPD yang hadir yang 25 orang, namun menurut Hasto itu sudah mewakili suara sah secara politik dalam pemilihan yang berlangsung secara terbuka.

TERKAIT
TERPOPULER