BISNIS

Tim Ekonomi SBY

Siapa Tokoh "Mafia Berkeley" Geng Widjojo

Nama-nama yang disebut sebagai calon menteri ekonomi SBY adalah reinkarnasi Mafia Berkeley

ddd
Jum'at, 16 Oktober 2009, 10:58 Heri Susanto
prof Widjojo Nitisastro
prof Widjojo Nitisastro (facebook.com)

VIVAnews - Julukan "Mafia Berkeley" kembali mencuat seiring dengan rencana terbentuknya tim ekonomi kabinet pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono.

Ekonom senior Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan menyebutkan nama-nama yang disebut sebagai calon menteri ekonomi SBY merupakan reinkarnasi dari Mafia Berkeley. "Kalau dulu godfather-nya Widjojo Nitisastro, sekarang godfather-nya Boediono."

"Mafia Berkeley" kembali disebut-sebut setiap ada pergantian tim ekonomi kabinet.

Dari sejumlah sumber, seperti wikipedia dan sumber-sumber lainnya disebutkan bahwa geng ini semula adalah murid-murid dekan FEUI Prof Sumitro Djojohadikusumo pada pertengahan 1950-an. Mereka ramai-ramai dikirim ke Departemen of Economics Universitas of California di Berkeley, AS atas bantuan Ford Foundation pada awal 1960-an.

Sambil belajar, mereka rutin berdiskusi soal pemerintahan Soekarno yang secara politis populer, namun perekonomian morat-marit. Begitu rezim Sukarno jatuh, mereka beramai-ramai pulang, mencoba resep baru guna memacu pembangunan.

Di bawah pimpinan Widjojo Nitisastro, mereka diberi kepercayaan Soeharto untuk menjalankan pembangunan ekonomi Indonesia. Karena sebagian besar mereka merupakan lulusan doktor dan master dari University of California at Berkeley pada 1960-an, maka mereka dijuluki "Berkeley Mafia."

Dengan ilmu makroekonomi yang mereka dapatkan dari Berkeley, mereka menetapkan berbagai kebijaksanaan ekonomi dan deregulasi ekonomi Indonesia yang macet pada masa pemerintahan Sukarno. Mereka kemudian dikenal sebagai arsitek dibalik kebijakan-kebijakan ekonomi yang diterapkan di jaman Orde Baru.

Siapa saja para tokoh mafia berkeley: 

1. Widjojo Nitisastro. Dia dikenal sebagai dewa atau godfather Mafia Berkeley. Dengan jabatan sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) selama 16 tahun (1967-1983), Menko Ekuin (1973-1983), Penasehat Bappenas (1983-1998), Penasehat Ekonomi Presiden (1993-1998), Ketua Dewan Penasehat Ekonomi Presiden (1999-2001).

2. Ali Wardhana. Dia menjabat Menteri Keuangan (1973-1983) dan Menko Ekuin (1983-1988).

3. JB Sumarlin. Wakil Ketua Bappenas (1973-1982), Menteri Aparatur Negara (1973-1983), Ketua Bappenas (1983-1988), Menteri Keuangan (1988-1993).

4. Subroto. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (1973-1978), Menteri Pertambangan dan Energi (1978-1988)

5. Emil Salim. Wakil Ketua Bappenas (1967-1971), Menteri Aparatur Negara (1971-1973), Menteri Transportasi, Komunikasi dan Pariwisata (1973-1978), Menteri Lingkungan Hidup (1978-1983), dan Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup (1983-1993).

6. Saleh Afif. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara merangkap Wakil Ketua Bappenas (1983-1988), Ketua Bappenas (1988-1993) dan Menko Ekuin (1993-1998).

Baca Juga: Reinkarnasi Mafia Berkeley, Godfather Boediono

heri.susanto@vivanews.com



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
Gigin Praginanto
17/10/2009
Saya sudah menonton film dan membaca bukunya. Tapi saya tidak melihat alasan untuk menelan isi keduanya secara mentah-mentah seperti dilakukan oleh Sdr Fauzi Ichsan. Apalagi sekarang ini banyak sekali literatur tentang ekonomi yang dibuat secara lebih cer
Balas   • Laporkan
Sibadu
16/10/2009
@Gigin, seperti tertulis diartikel diatas, penggunaan kata2 'mafia' terhadap grup ekonomi pimpinan Widjojo Nitisastro itu ada sejarahnya. Jadi bukan sdr Fauzi Ichsan sendiri yg memilih kata2 itu. Penggalan sejarah Mafia Berkeley bisa anda tonton disini ht
Balas   • Laporkan
Gigin Praginanto
16/10/2009
Saya sungguh heran seorang ekonom senior dari bank sekaliber Standard Charter menggunakan kata-kata yang demikian kasar dan melecehkan terhadap sejumlah ekonom yang bekerja ntk pemerintah. Indonesia. Kata 'geng' dan 'mafia' jelas mengarahkan opini publik
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com